Zakat Fitrah

Zakat Fitrah

Zakat fitrah hukumnya adalah wajib. Wajib bagi setiap orang islam baik laki-laki maupun perempuan, remaja, dewasa sampai anak-anak.

Disebut zakat fitr sebab kewajibannya karena telah berbuka puasa akhir Ramadhan, difardhukan sebagaimana puasa Ramadhan pada tahun kedua hijriah.

Baca Juga:

Ibnu Waki’ (merupakan guru dari imam syafi’I r.a I’anah Thalibin Juz 2 Hal. 190 Darul Fikr) berkata bahwa ”zakat fitrah terhadap bulan Ramadhan adalah bagaikan zakat sahwi menambal kekurangan shalat”.

Perkataan ini dikuatkan oleh hadist sahih yang menyatakan bahwa zakat fitrah itu membersihkan orang puasa dari hal yang tiada gunanya dan keji.

Zakat fitrah wajib atas orang merdeka, maka bagi hamba sahaya tidak wajib mengeluarkan fitrah dirinya sendiri, tetapi menjadi kewajiban tuannya.

Tidak wajib pula memfitrahi istrinya, bahkan kalau ia seorang amat maka kewajibannya melimpah pada tuannya amat itu, kalau ia bukan seorang amat, maka kewajiban fitrahnya adalah atas tanggungan dirinya sendiri, seperti keterangan berikut di bawah ini:

Zakat fitrah tidak wajib atas budak mukattab, karena lemahnya status miliknya, maka tidak berkewajiban mengeluarkan zakat hartanya dan juga menafkahi kerabatnya, dengan hal tersebut karena kebebasannya, maka tuannya tidak terbebani fitrah dirinya (mukattab).

Baca Juga:

Zakat fitrah wajib karena dengan terbenamnya matahari akhir Ramadhan malam Idul Fitri, yaitu dengan menjumpai bagian terakhir bulan Ramadhan dan awal bulan syawal.

Waktu pembayaran zakat fitrah adalah sejak waktu diwajibkan hingga terbenamnya matahari idul fitri (tanggal satu syawal).

Maka bagi orang merdeka seperti di atas hendaklah membayarkan fitrahnya sebelum terbenamnya matahari Idul Fitri atas nama setiap muslim yang ia wajib menanggung nafkahnya dengan status isteri, milik atau kerabat dikala terbenam matahari akhir Ramadhan sekalipun isteri yang teralak raf’I, atau isteri tertalak ba’in dalam keadaan hamil.

Sekalipun seorang amat, maka fitrah mereka berdua (tertalak raj’I, bain hamil) wajib ia tanggung, sebagaimana juga nafkah mereka.

Zakat fitrah isteri yang nusyuz tidak menjadi kewajiban suami, karena hak nafkahnya atas suami telah gugur, bahkan kewajiban fitrahnya menjadi tanggungan sendiri bila ia kaya.

Zakat fitrah isteri merdeka (tidak budak) kaya serta tidak sedang nusyuz tidak menjadi tanggungan suaminya jika suami miskin, kewajibban fitrahnya tidak dibebankan kepada suami, karena ketidakmampuannya, tidak pula menjadi tanggungan dirinya sendiri.

Zakat fitri anak kecil  yang kaya tidak menjadi kewajiban sang ayah, maka wajib diambilkan dari harta anak tersebut. Apabila sang ayah membayarkan fitrahnya dari harta sang ayah sendiri juga boleh dan boleh juga minta pembayaran kembali jika hal tersebut diniatkan (waktu pembayaran fitrah).

Zakat fitrah anak hasil zina menjadi kewajiban sang ibu. Zakat fitrah anak yang sudah besar serta bisa bekerja tidak menjadi kewajiban sang ayah.

Kewajiban zakat fitrah tidak wajib bagi budak kafir dan juga orang murtad, kecuali apabila telah kembali masuk islam.

Pembantu perempuannya sang isteri zakat fitrahnya wajib ditanggung atau wajib dibayarkan oleh suami dari sang isteri tersebut, apabila pembantu itu juga merupakan milik suami atau milik isteri.

Namun tidak wajib apabila pembantu itu telah digaji, tidak pula fitrah perempuan yang menemani isteri sekalipun atas izin suami, demikian menurut pendapat yang mu’tamad.

Fitrah perempuan merdeka dan kaya yang dikawinkan dengan budak adalah kewajibannya sendiri, bukan tanggungan budak sekalipun ia kaya.

Besar zakat fitrah utuk satu orang adalah satu sha’ (2,5 kg) makanan pokok yang lumrah pada daerah orang yang dizakat fitrahi. Satu sha’ yaitu 4 mud, satu mud adalah 1 1/3 rithel dan menurut perkiraan segolongan ulama’ adalah sepenuh cakupan dua telapak tangan yang sedang.

Baca Juga:

Adapun lafal niat zakat fitrah dalam bahasa arab antara lain:

Niat zakat fitrah untuk diri sendiri

niat zakat fitrah untuk diri sendiri

 

Artinya :

aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardhu karena Allah ta’ala

Niat zakat fitrah untuk istri

niat zakat fitrah untuk istri

 

Artinya:

aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardhu karena Allah ta’ala

Niat zakat fitrah untuk anak laki-laki

niat zakat fitri untuk anak laki-laki

 

Artinya:

aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku . . . . (sebutkan nama), fardhu karena Allah ta’ala

Niat zakat fitrah untuk anak perempuan

niat zakat fitri untuk anak perempuan

 

Artinya:

aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku . . . . (sebutkan nama), fardhu karena Allah ta’ala

Niat zakat fitri untuk diri sendiri dan keluarga

niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga

 

Artinya:

aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya yang menjadi tanggunganku, fardhu karena Allah ta’ala

Niat zakat fitrah untuk orang yang diwakilkan

niat zakat fitri untuk orang yang diwakilkan

 

Artinya:

aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk . . . . (sebutkan nama spesifik), fardhu karena Allah ta’ala

(info zakat fitrah) zakat fitrah belum cukup bila dikeluarkan dalam bentuk uang seharganya, barang yang cacat, yang termakan bubuk atau yang basah, kecuali bila telah kering kembali dan menjadi tehan lama untuk disimpan serta patut dimakan.

Baca Juga:

Kebiasaan makan makanan pokok masih basah tidak bisa dipakai ukuran, kecuali bila telah diperoleh selain yang basah, maka boleh digunakan sebagai fitrah.(novia_khil/kuliahislam)

Baca Juga:

SUMBER:

Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari. Fathul Mu’in. diterjemahkan oleh Hakim, Fikril & Abu Sholahuddin. 2014. Jawa Timur: Lirboyo Press.

NUONLINE.