Untuk Detoksifikasi Jiwa Raga, Berpuasalah ….!

Untuk Detoksifikasi Jiwa Raga, Berpuasalah ….!

Puasa memiliki fungsi pembersihan, baik dalam arti fisik maupun mental. Secara biologis, puasa menjadi proses pengistirahatan kerja organ-organ tubuh, sehingga tubuh kita bisa membersihkan dari dari sel-sel yang sudah aus, usang, maupun rusak.

Kerusakan tersebut terjadi karena akibat ketidakpahaman dan ketidakpedulian kita terhadap zat-zat apa yang kita masukkan kedalam tubuh.

Ibarat mesin sepeda motor, yang diperlukan adalah bensin, tapi yang kita masukan malah solar. Tentu saja  seluruh proses bekerjanya mesin akan sangat terganggu.

Sama halnya dengan tubuh kita. Seperti dijelaskan sejak kita masih kecil, zat gizi yang diperlukan tubuh adalah karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Tapi yang kita konsumsi adalah berbagai bahan kimia sintesis yang berbahaya bagi tubuh, seperti bahan pengawet makanan dan minuman, softdrinks, junkfood, dan sebangsanya.

Racun dan sampah yang menumpuk karena gaya hidup masyarakat kota modern inilah penyebab banyak pemuda sudah mengalami penyakit orang tua, misalnya gagal jantung, diabetes, kolesterol tinggi, asam urat tinggi, bahkan kanker.

Namun alangkah bersyukurnya kita, allah yang menciptakan system tubh kita ini sudah menyediakan metode alami untuk membersihkan semua asupan racun-racun tersebut, yaitu dengan puasa.

Dengan berpuasa, tubuh kita akan mulai membuang racun-racun penyebab penyakit tersebut secara perlahan-lahan. Inilah yang disebut dengan detoksifikasi.

Apabila puasa dilakoni dengan benar, maka pada seminggu pertama (hari ke 7-10) pembersihan sudah sampai pada sel-sel di tulang yang paling dalam. Sehingga pada saat lebaran, semestinya tubuh dan jiwa kita betnar-benar bersih.

Baca Juga:

Karena sudah terbersihkan dari racun-racun, maka yang terjadi adalah tubuhpun menjadi sehat. Sebagaimana disabdakan oleh rasulullah, yang artinya “Berpuasalah, kalian akan sehat.” (HR. Imam Thabrani).

Demikian kalua kita bisa berpuasa sebagaimana yag diajarkan oleh Rosulullah Saw, memang akan berpengaruh terhadap kesehatan fisik. Secara medis, puasa terbukti menjadi salah satu metode pembersihan tubuh dari racun-racun yang berasal dari luar.

Dalam fakta ilmiah amalan sunnah disebutkan bahwa para pakar atau para ahli kesehatan telah memberikan testimoni, pernyataan, atau pengakuan bahwa puasa memang berdampak luar biasa dahsyat bagi tubuh manusia. Adapun diantara para pakar atau ahli yang dimaksudkan antara lain:

  1. Elson M. Haas M.D

Elson M. Hass M.D adalah seorang direktur medical Centre of Marin (sejak 1984) mengatakan bahwa di dalam puasa terdapat bagian dari trilogy nutrisi, balancing (keseimbangan), dan building (toning).

Selain itu beliau juga mengatakan bahwa puasa dapat mengobati penyakit seperti bronchitis, influenza, kontipasi, diare, asma aterosklerosis, alergi makanan, hipertensi, penyakit jantung koroner, kanker, diabetes, obesitas, epilepsy, sakit pada punggung, sakit mental, nyeri dada karena jantung (angina pectoris), insomnia, dan panas.

  1. Alvenia M.Fulton

Alvenia M. Fulton adalah direktur lembaga makanan sehat “Fultonia” di Amerika Serikat mengatakan bahwa puasa adalah cara terbaik untuk memperindah dan mempercantik wanita secara alami.

Puasa menormalkan fungsi-fungsi kewanitaan dan membentuk kembali keindahan tubuh (fasting is the ladies best beautifier, it brings grace charm and poise, it normalizes female functions and reshapes the body contour).

Baca Juga:

  1. Ahmad al Qoidhi dan Dr. Riyadh al Bibabi

Dr. Ahmad al Qoidhi dan Dr. Riyadh al Bibabi, bersama dengan teman-temannya di Amerika melakukan pengujian di sebuah laboratorium terhadap sejumlah relawan yang berpuasa penuh selama bulan puasa.

Hasilnya menunjukkan adanya dampak positif yang cukup signifikan terhadap system kekebalan tubuh.

Hal tersebut dapat dilihat dari indikator fungsional sel-sel getah (lymphocytes) yang cenderung semakin membaik hingga mencapai sepuluh kali lipat, meskipun pada jumlah keseluruhan sel-sel getah bening itu tidak berubah.

Namun, dapat diketahui bahwa presentase jenis getah bening yang bertanggung jawab melindungi tubuh dan melawan berbagai penyakit, yaitu sel T mengalami peningkatan yang cukup pesat. Sehingga tubuh tidak mudah terserang leh penyakit.

  1. Riyadh Sulaiman

Pada tahun 1990, Dr. Riyadh Sulaiman dan rekan-rekan dari RS. Universitas King Khalid, Riyadh, melakukan sebuah penelitian terhadap pengaruh puasa yang melibatkan 47 penderita diabetes jenis kedua dan sejumlah orang sehat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa pada bulan Ramadhan tidak menimbulkan penurunan berat badan yang signifikan. Tidak ada pengaruh apapun yang berarti pada kontrol penyakit diabetes di kalangan orang yang menderitanya. Pada intinya, puasa tidak berbahaya bagi orang mengidap penyakit diabetes.

Dengan demikian dari penejasan diatas dapat kita ketahui bahwa pengaruh detoksifikaksi puasa atau pengaruh kesehatan terhadap orang yang berpuasa sangat ampuh terhadap raga.

Selanjutnya selain pengaruh pada kesehatan, puasa juga dapat berpengaruh bagi jiwa.

Baca Juga:

Imam Ghazali di dalam kitab Bidayatul Hidayah (secara harfiah berarti permulaan petunjuk), yang menjelaskan bahwa untuk mencapai puncak, seorang penempuh perjalanan harus mendaki dari dasar.

Untuk mencapai tujuan, seorang pejalan harus menapakii langkah awal. Tujuan yang dimaksud adalah ketakwaan, dan langkah awalnya adalah segala tata ritual fisik sehari-hari, berupa adab seorang muslim, baik dalam hal wirid (rutinitas ritual) setiap hari maupun akhlak (tata krama) dalam pergaulan.

Meskipun memang derajat ketakwaann masing-masing seorang hamba jelas berbeda. Tingkat kejernihan air yang dituangkan ke dalam wadah tergantung seberapa bersih wadahnya.

Jika demikian ampuh pengaruh puasa terhadap pembersihan jiwa dan raga, badan dan batin kita, maka akan rugi besar jika kita tidak memanfaatkan momen istimewa tersebut untuk membersihkan diri dari kotoran hati seperti dengki, sering menggunjing, iri dan lain sebagainya.

Apabila tidak sanggup untuk detoksifikasi dari berbagai racun tubuh, setidaknya tidak ditambahi dengan asupan makanan yang berlebihan selama Ramadhan.

Dan juga ketika tidak sanggup untuk membersihkan hati dari penyakit hati, setidaknya tidak ditambahi kelamnya dengan pengunjingan, fitnah, caci maki, serta bermacam-macam penyakit hati yang lain selama siang dan malam Ramadhan. Semoga kita semua senantiasa dinaungi penjagaan dari Yang Maha Pencipta. (novia_khil/kuliahislam)

 

SUMBER:

Haq, Zia Ul. 2017. Percik Ramadhan agar ibadah puasa jadi lebih bermakna. Tegal: Jagad Press.

Haviva A.B. 2015. Fakta Ilmiah Amal Sunnah Rekomendasi Nabi. Yogyakarta: Sabil.