Inilah Definisi Kematian Dalam Dunia Sufi

Inilah Definisi Kematian Dalam Dunia Sufi

Kematian Dalam Perspektif Sufi (4) Kematian adalah misteri yang hingga saat ini tidak pernah terungkap oleh teknologi secanggih apapun. Yang jelas, umat manusia pada umumnya memahami kematian sebagai sebuah kondisi di mana ruh memisahkan diri dari jasad. Kematian yang dipahami oleh umat manusia pada umumnya itu, menurut para sufi, hanyalah sebatas kematian jasmani, kematian yang …

Lanjutkan membaca →

Kematian Dalam Perspektif Sufi (3)

Kematian Dalam Perspektif Sufi (3)

“Seseorang akan mati sesuai dengan hidupnya. Dan akan dibangkitkan sesuai dengan matinya”. Pepatah ini cukup terkenal di dunia tasawuf, yaitu mengenai bagaimana kondisi seseorang ketika menghadapi kematian. Artinya, bahwa cara mati seseorang biasanya tidak jauh dari cara hidupnya. Orang yang hidupnya dipenuhi kebaikan, biasanya matinya dalam kebaikan pula. Orang yang hidupnya dipenuhi keburukan, biasanya matinya …

Lanjutkan membaca →

Kematian Dalam Perspektif Sufi (1)

Kematian Dalam Perspektif Sufi (1)

Secara naluriah, barangkali jarang sekali ada orang yang menyukai kematian. Kalaupun ada, maka hal pasti dilatarbelakangi oleh motivasi tertentu yang mengalahkan kecenderungan naluriahnya. “Membenci kematian merupakan naluri alamiyah yang jarang sekali bisa terlepas dari jiwa manusia. Selain karena menyakitkan, kematian juga membuat seseorang terpisah dari orang-orang yang dia cintai dan hal-hal yang dia sukai dalam …

Lanjutkan membaca →

Inilah Kehidupan Malam Para Sufi

Inilah Kehidupan Malam Para Sufi

“Bagi beberapa orang, malam adalah waktu tenang, tapi bagi beberapa orang yang lain malam adalah waktu yang bergelombang”. Tidak jelas siapa yang sufi yang membuat ujaran sufistik ini. Yang jelas, nasehat tersebut dikutip oleh Syekh Ismail Haqqi dalam Ruhul-Bayan, mufasir sufi dari Asia Kecil, saat menafsiri QS. Al-Furqan: 47. Orang-orang yang lupa, katanya, begitu tenang …

Lanjutkan membaca →

Ketika Para Sufi Jatuh Cinta

Ketika Para Sufi Jatuh Cinta

Ketika Para Sufi Terjerat Asmara (3) Asmara adalah penyakit murahan, namun obatnya sangatlah mahal. Sajak dari al-Buthuri, pujangga legendaris Dinasti Abbasiyah itu, dikutip oleh Ibnul Jauzi saat menguraikan kiat-kiat untuk menyembuhkan penyakit asmara. Cukup panjang lebar Ibnul Jauzi menulis tema tersebut dalam kitabnya Dzammul-Hawa. Namun, inti dari uraian beliau bermuara pada satu hal, yaitu putuskanlah …

Lanjutkan membaca →

Inilah Kisah Cinta Hasan Al-Bashri Dan Rabi’ah Al-Adawiyah

Inilah Kisah Cinta Hasan Al-Bashri Dan Rabi’ah Al-Adawiyah

Ketika Para Sufi Terjerat Asmara (2) Fiksi Cinta Hasan al-Bashri dan Rabiah Kisah pinangan Imam Hasan al-Bashri terhadap Rabiah al-Adawiyah menjadi sangat masyhur karena dikisahkan oleh Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Uqudul-Lujain, kitab paling populer di Indonesia mengenai etika Islam dalam membangun kehidupan rumah tangga. Secara singkat kisah tersebut menggambarkan Imam Hasan al-Bashri bersama dengan …

Lanjutkan membaca →

Ketika Para Sufi Terjerat Asmara

Ketika Para Sufi Terjerat Asmara

Generasi Cinta Ala Nabi Yusuf Saat berbicara tentang ifaful-muhibbin (para pemanggul cinta sufi), tokoh pertama yang disebutkan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam Raudhatul-Muhibbin adalah Nabi Yusuf as. itulah satu-satunya kisah cinta yang diceritakan dalam Al-Qur’an sebagai teladan bagi umat manusia. Nabi Yusuf memiliki segala sarana dan pendukung untuk berbuat maksiat dengan Zulaikha, namun beliau lari …

Lanjutkan membaca →

Inilah 7 Manfaat Kondisi Lapar Dalam Tirakat Para Sufi

Inilah 7 Manfaat Kondisi Lapar Dalam Tirakat Para Sufi

Lapar Adalah Makanan Lezat Di antara 7 manfaat tersebut adalah: Membeningkan mata hati. Sebab, selalu kenyang membuat hati seseorang menjadi buta akan kelemahan dirinya. Dia lupa bahwa dirinya adalah makhluk yang sangat lemah. Abu Sulaiman ad-Darani menyatakan, “Lapar membuat nafsumu menjadi lemah dan hatimu menjadi lembut”. Membangkitkan kesadaran hati tentang bala’ dan azab Allah Swt. …

Lanjutkan membaca →

Mengintip Dapur Para Tokoh Sufi (3)

Mengintip Dapur Para Tokoh Sufi (3)

Syekh Bannan al-Hammal, tokoh sufi asal Irak yang hidup di Mesir pernah dihukum oleh Ahmad bin Thulun, jenderal Abbasiyah yang mendirikan dinasti sendiri di Mesir. Ibnu Thulun menyeretnya dan melemparkannya ke kandang singa. Syahdan, apa yang terjadi? Singa-singa itu memang sempat mengerumuni, tapi hanya mengenduskan hidung ke tubuh Bannan al-Hammal, lalu membiarkannya. Tak pelak, kejadian …

Lanjutkan membaca →

Mengintip Dapur Para Tokoh Sufi (1)

Mengintip Dapur Para Tokoh Sufi (1)

Para sufi adalah manusia, maka mereka pun tidak bisa lepas dari makanan. Akan tetapi, pola makan kaum sufi sangat jauh berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Hal itu karena kalangan sufi menerapkan pola hidup zuhud, wara’, melawan nafsu, mengebiri selera dan menjauhi kenikmatan dunia. Saat pola hidup di atas diterapkan dalam masalah makanan sebagai kebutuhan pokok …

Lanjutkan membaca →

Inilah Konsep Pasar Ala Tasawuf (2)

Inilah Konsep Pasar Ala Tasawuf (2)

Syekh Mulla Ali al-Qari dalam Mirqatul-Mafatin mengatakan: كُنْ مِمَّنْ يَكُوْنُ فِى السُّوْقِ وَقَلْبُهُ فِى الْمَسْجِدِ لَا بِالْعَكْسِ “Jadilah kamu orang yang meskipun tubuhnya berada di pasar, tapi hatinya tetap di masjid. Jangan justru sebaliknya”. Ada qalab, ada qalb. Tebuat dari akar kata yang sama, yaitu qaf, lam, dan ba’, akan tetapi memiliki pengertian yang bersifat …

Lanjutkan membaca →

Inilah 3 Tips Taubat Untuk Mantan Koruptor

Inilah 3 Tips Taubat Untuk Mantan Koruptor

3 Tips Sufi Untuk Mantan Koruptor Menurut Imam Ghazali Rasulullah Saw bersabda: وَكُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ اَوْلَى بِهِ “Setiap daging yang tumbuh dari barang haram, maka neraka lebih berhak terhadapnya”. (HR. Thabarani) مَنْ اَكَلَ الْحَرَامَ عَصَتْ جَوَارِحُهُ شَاءَ اَمْ اَبَى عَلِمَ اَوْ لَمْ يَعْلَمْ “Orang yang memakan barang haram, maka tubuhnya akan bermaksiat, …

Lanjutkan membaca →

Inilah Teori Berbisnis Sambil Beramal

Inilah Teori Berbisnis Sambil Beramal

Etika Bisnis Ala Sufi (2) Suatu ketika, ada seseorang melihat Abdullah bin Ja’far menawar barang yang hendak ia beli. Abdullah bin Ja’far menawarnya dengan sangat gigih, untuk menurunkan harga satu dirham. Orang-orang terheran-heran, pasalnya Abdullah bin Ja’far dikenal sebagai orang yang sangat dermawan. Dia sering bersedekah ratusan atau bahkan ribuan dirham, dengan tanpa rasa berat …

Lanjutkan membaca →

Inilah Etika Bisnis Ala Sufi

Inilah Etika Bisnis Ala Sufi

Sedikit Demi Sedikit, Lama-Lama Menjadi Bukit Perilaku bisnis yang sesuai dengan aturan-aturan fikih dalam syarat dan rukunnya, dianggap memenuhi standar keadilan, atau standar minimal yang menyebabkan seseorang selamat dari dosa. Sedangkan perilaku bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip tasawuf, dianggap memenuhi standar ihsan. Yaitu, standar yang harus dilakukan agar sebuah perilaku bisnis tidak hanya selamat dari …

Lanjutkan membaca →