Ini Sunnah Haji

Ini Sunnah Haji

Haji asal maknanya adalah “menyengaja sesuatu”. Sedangkan menurut syara’ atau istilah haji iala sengaja mengunjungi Ka’bah (rumah suci) untuk melakukan beberapa amal ibadah, dengan aturan-aturan yang berlaku.

Mulai dari syarat haji, rukun haji, wajib haji, sunnah haji, sampai larangan-larangan yang dilakukan ketika melaksanakan ibadah haji.

Dari penjelasan diatas dapat kita lihat bahwa dalam pelaksanaan haji kita dituntut sangat hati-hati, karena agar pelaksanaannya sah dan selain itu haji merupakan rukun islam yang kelima.

Selain itu juga dalam agama Islam sendiri  mempunyai beberapa hukum untuk mengatur agar umatnya bisa membedakan mana yang harus dikerjakan, mulai dari yang lebih baik dikerjakan sampai dilarang dalam mengerjakan.

Hukum dalam islam salah satunya hukum sunnah, yaitu apabila dikerjakann mendapatkan pahala, dan apabila tidak dikerjakan tidak mendapat apa-apa.

Sudah dijelaskan di awal bahwa dalam pelaksanaan ibadah haji terdapat beberapa hukum wajib haji juga terdapat sunnah haji yang alangkah baiknya dikerjakan atau dilaksanakan.

Adapun sunnah-sunnah haji dalam kitab fathul mu’in antara lain:

  1. Mandi, lantas tayammum untuk ihram dan juga untuk memasuki Makkah, sekalipun belum mulai ihram di Dzi Thuwa
  2. Mandi wukuf Arafah pada sore harinya, mandi wuquf Muzdalifah dan mandi melempar jumrah pada setiap hari tasyriq
  3. Memakai harum-haruman pada badan dan pakaian, sekalipun memakai benda adat yang harum yang dilakukan menjelang ihram setelah mandi sunnahnya. Dan tidak ada masalah harum-haruman tersebut masih ada hingga selesai ihram, atau mengikuti keringat mengalir.
  4. Membaca talbiyah yaitu

bacaan talbiyah

Artinya: “Labbaikallahumma labbaika laa syariika laka labbaika innal hamda wanni’mata laka walmukla laa syariika laka” artinya “(Ya Allah, benar-benar ku sambut panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, kusambut panggilan-Mu, sesungguhnya pujian, kenikmatan dan kerajaan adalah bagi-Mu jua tiada penyekutu bagi-Mu)”.

Makna atau arti dari “kusambut panggilan-Mu” adalah kami bersedia taat kepada-Mu.

  1. Memperbanyak membaca talbiyah, shalawat nabi, memohon surga, dan berlindung dari neraka setiap habis mengulangi Talbiyah 3 kali. Kesunnahan Talbiyah berjalan terus sampai waktu melontar jumrah Aqabah, akan tetapi tidak sunnah dibaca sewaktu thawaf qudum dan sa’I yang dilakukan sesudahnya karena telah ada dzikir-dzikir khusus yang dibaca disini.
  1. Sunnah thawaf qudum, karena berlaku sebagai penghormatan kepada terhadap Baitullah. Hanya saja sunnah dilakukan oleh orang haji atau qiran yang datang ke Makkah sebelum menunaikan wuquf. Kesunnahannya tidak hilang lantaran telah duduk dalam masjid atau diakhirkan pelaksanaannya. Tapi kesunnahan hilang lantaran telah wuquf di Arafah.
  1. Sunnah bermalam hari di Mina pada tanggal 9 Dzulhijjah.
  2. Sunnah melakukan wuquf di Jama’, yaitu yang sekarang dinamakan Masy’aril Haram, ialah bukit di tepi daerah Muzdalifah. Maka diwaktu wuquf ini hendaklah bedzikir dan berdo’a menghadap kiblat hingga malam hampir terang kembali, sebagai ittiba’ Rosulullah.
  3. Sunnah membaca dzikir dan do’a-do’a tertentu yang dibaca pada waktu dan tempat tertentu pula. Do’a dan dzikir ini telah tersusun secukupnya dalam keterangan As-Suyuthi, Wadhaifil Yaumi Wa Lailati.

Selanjutnya kesunnahan-kesunnahan haji yang diterangkan dalam fiqih islam, antara lain:

  1. Ifrad

Cara mengerjakan haji maupun umrah ada tiga cara antara lain:

  • Ifrad yaitu ihram untuk haji saja dahulu dari miqatnyya, terus diselesaikannya pekerjaan haji, kemudian ihram untuk umrah, serta terus mengerjakan segala urusannya, berarti dikerjakan satu-satu dan didahulukannya haji. Cara tersebut yang lebih baik dari dua cara yang lain.
  • Tamattu’ yaitu mendahulukan umrah daripada haji dalam waktu haji. Caranya ihram mula-mula untuk umrah dari miqat ngerinya, diselesaikan semua urusan umrah, kemudian ihram lagi dari Makkah untuk haji.
  • Qiran yaitu dikerjakan bersama-sama (serentak). Caranya seseorang melakukan ihram untuk keduanya pada waktu ihram haji, dan mengerjakan sekalian urusan haji. Urusan atau pelaksanaan dengan sendirinya termasuk dalam pekerjaan ibadah haji.
  1. Membaca talbiyah dengan suara yang keras bagi laki-laki, sedangkan bagi perempuan hendaklah diucapkan sekedar terdengar olehh telinganya sendiri.
  2. Berdo’a setelah membaca talbiyah
  3. Membaca dzikir sewaktu tawaf
  4. Salat dua rakaat sesudah tawaf
  5. Masuk ke Ka’bah (Rumah suci)

Hukumnya sunnah muakad ketika seseorang bukan orang haji dan umrah untuk melakukan ziarah ke makam rosulullah saw, karena berdasarkan beberapa hadits yang menyebutkan keutamaannya.

Minum air zam-zam adalah sunnah dilakukan, sekalipun oleh bukan orang haji dan umrah. Disebutkan, bahwa air zam-zam adalah air yang paling afdhal, walaupun dibandingkan dengan air telaga kautsar. (novia_khil/kuliahislam).

Baca Juga:

SUMBER:

Rasjid, Sulaiman. 2018. Fiqh Islam. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari. Fathul Mu’in. diterjemahkan oleh Hakim, Fikril & Abu Sholahuddin. 2014. Jawa Timur: Lirboyo Press.

etiqav4u (image).