Puasa Nazar

Puasa Nazar

Dalam agama Islam mempunyai macam-macam puasa, salah satunya puasa nazar, merupakan puasa yang hukumnya wajib, yakni bagi orang yang menazarkannya. Puasa nazar memiliki banyak cakupannya, ada yang dengan puasa, tidak bicara, sedekah, atau bahkan menjauhi kemaksiatan.

Sebagaimana sabda nabi saw, yang artinya:

“ Dari Aisyah r.a. bahwa Nabi saw bersabda: “siapa yang bernazar akan mematuhi perintah Allah, hendaklah dipatuhiNYA. Sebaliknya, siapa yang bernazar akan mendurhakai allah, jangan mendurhakaiNYA“. (HR.Bukhori).

Dari Hadis di atas dapat dipahami bahwa boleh melakukan nazar jika yang berkaitan dengan hal-hal yang dapat mematuhi perintah Allah Saw. Seperti, bernazar untuk berpuasa jika mendapat nilai tertinggi. Adapun yang tidak boleh bernazar jika tujuannya untuk mendurhakai atau menjauhkan dari Allah Swt.

Dalam pelaksanaan puasa nazar hampir sama dengan pelaksanaanya puasa Ramadhan, seperti tidak boleh makan, minum, berhubungan badan, dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa, dimulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Ketika berpuasa, mereka juga dianjurkan untuk melaksanakan kesunnahan-kesunnahan dalam berpuasa seperti sahur, berbuka lebih awal, berbuka dengan kurma dan lain sebagainya, selain itu dalam puasa nazar juga dianjurkan untuk melakukan amal-amal baik, baik ibadah yang dilakukan yang bersifat individu maupun bersifat sosial seperti sedekah dan lain sebagainya.

Jika seseorang sanggup berbuat yang demikian, maka berarti ia memiliki kecerdasan emosional yang baik. Manusia yang memiliki spiritual yang baik akan memiliki hubungan yang kuat dengan Allah, sehingga akan berdampak pula kepada kepandaian dia dalam berinteraksi dengan manusia, karena dibantu oleh Allah swt yaitu hati manusia.

Dengan demikian dapat kita ketahui bahwa kondisi emosional dan spiritual seseorang itu berpengaruh terhadap kemudahan dia dalam menjalani kehidupan ini.

Jika spiritualnya baik, maka ia menjadi orang yang paling cerdas di dalam hidupnya. seseorang itu berpengaruh terhadap kemudahan dia dalam menjalani kehidupan ini. Jika spiritualnya baik, maka ia menjadi orang yang paling cerdas di dalam hidupnya.

Kecerdasan spiritual merupakan sesuatu yang berhubungan dengan hati nurani dan nilai-nilai agama. Danah Zohar dan Ian Marshall dalam Umi (2014) bahwa ada beberapa unsur seseorang dikatakan memiliki spirit yang cerdas, antara lain:

  • Kemampuan bersikap fleksibel (adaptif secara spontan dan aktif)
  • Tingkat kesadaran diri yang tinggi
  • Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan
  • Kemampuan untuk menghadapi dan malampaui rasa sakit
  • Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai
  • Keengganan untuk melihat keterkaitan antara berbagai hal (berpandangan “holistic”)
  • Kecenderungan nyata untuk bertanya “mengapa”? atau “bagaimana jika?” untuk mencari jawaban-jawaban yang mendasar
  • Menjadi apa yang disebut oleh para psikolog sebagai “bidang mandiri” yaitu memiliki kemudahan untuk bekerja melawan konvensi.

Selain itu puasa nazar juga mempunyai manfa’at untuk kesehatan seperti puasa yang lain, yaitu:

  • Dengan puasa, tubuh akan mampu menghancurkan zat-zat yang berlebihan dalam tubuh dan juga melarutkan endapan-endapan yang terdapat dalam jaringan tubuh manusia.
  • Puasa adalah alat untuk meremajakan dan mengembalikan vitalitas pada berbagai macam sel dan jaringan dalam tubuh.
  • Puasa dapat melancarkan proses pencernaan dan memudahkan penyerapan sari-sari makanan, serta menstabilkan proses masuknya makanan secara berlebihan.
  • Puasa memiliki pengaruh yang besar pada kulit seperti halnya yang dilakukan alat-alat kosmetik demi mendapatkan kecantikan dan kehalusan kulit.
  • Puasa adalah tehnik pengobatan yang manjur dan paling sedikit resikonya dalam mengobati berbagai macam penyakit yang terus berkembang.
  • Puasa meringankan beban dalam sistem sirkulasi, begitu juga dapat menurunkan kadar lemak dan asam urat dalam darah. Sehingga tubuhpun terjaga dari kemungkinan terjadinya pembekuan pada pembuluh arteri (pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung), encok, dan penyakit-penyakit lainnya yang berhubungan dengan masalah nutrisi, sirkulasi tubuh, dan penyakit jantung.

 

SUMBER:

Masitoh, Umi. 2014. Peranan Puasa Sunnah Senin Kamis dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual (SQ) Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Nurul Ummah Yogyakrta (Skripsi). Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.

Ulfah, Zakiah. 2016. Manfaat Puasa dalam Perspektif Sunnah dan Kesehatan (Skripsi). Medan: UIN Sumatra Utara.

Rokim, 2017. Peningkatan Kecerdasan Emosional dan Spiritual Melalui Intensitas Puasa Senin Kamis. KUTTAB. 1: 1.

NUONLINE.

islampos (image).