Puasa (Macamnya, Tujuannya, dan hikmahnya)

Puasa (Macamnya, Tujuannya, dan hikmahnya)

Sudah kita bahas sebelumnya bahwa puasa dalam Bahasa Arab disebut dengan Ash Shiyam atau Ash Shaum. Secara Bahasa Ash Shiyam artinya al imsaak yaitu menahan diri (Fiqih Puasa).

Sedangkan secara istilah ash shiyaam artinya beribadah kepada allah swt dengan menahan makan dan minum dan hal-hal yang membuat batalnya puasa, yang dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahri (Fiqih Puasa).

Dengan kata lain, puasa dapat menghindarkan diri dari berbagai maksiat. Sebab, puasa bisa menundukkan hawa nafsu yang mendorong tindakan maksiat.

Puasa juga merupakan latihan bagi manusia untuk bersabar dalam menahan lapar, haus, dan mencegah hawa nafsu.

Selanjutnya, kesabaran yang dipelajari dari puasa akan diterapkannya dalam seluruh aspek kehidupannya.

Kesabaran merupakan tindakan terpuji yang diperintahkan Allah kepada manusia untuk menjadikannya sebagai perhiasan (Masitoh, 2014).

Adapun dalil yang menerangkan tentang puasa salah satunya yaitu Alquran surat al-Baqarah ayat 183 yang berbunyi:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa” (Q.S. Al Baqoroh: 183).

Sebelum melaksanakan puasa tentunya harus memenuhi ketentuan-ketentuan dalam berpuasa, antara lain:

Ketentuan diatas agar lebih jelas, dapat dibaca pada artikel sebelumnya.

Puasa di tinjau dari hukumnya dibedakan menjadi empat macam yaitu puasa fardhu/wajib, puasa Sunnah, puasa haram, dan puasa makruh.

1.  Puasa fardhu/wajib

2. Puasa Sunnat

3. Puasa Makruh

  • Puasa pada hari Jumat saja
  • Puasa Khusus pada hari Sabtu
  • Berpuasa pada satu hari atau dua hari sebelum bulan Ramadhan

4. Puasa Haram

  • Puasa Wishal
  • Puasa pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha
  • Puasa Tasyriq

Selanjutnya tujuan puasa menurut Ahmad Azhar Basyir dalam Kaysan (2015), ditinjau dari beberapa aspek yaitu:

1. Aspek Kejiwaan

Al qur’an menjelaskan bahwa tujuan puasa adalah untuk menjadikan seseorang berjiwa takwa.

Orang akan bisa taat apabila jiwanya kuat karena perintah Allah tidak senang dengan nafsu sedangkan larangan Allah amat disenangi oleh hawa nafsu.

2. Aspek Kemasyarakatan

Orang yang merasa lapar pada waktu puasa akan terketuk hati dan ingatannya kepada orang fakir miskin.

Dalam suatu riwayat, ketika Nabi Yusuf diberi kekuasaan atas gudang makanan di Mesir, ia banyak berpuasa.

Pada waktu ditanya mengapa ia berpuasa padahal kekuasaan, perbendaharaan, dan gudang bahan makanan di tangannya, ia menjawab, “apabila saya selalu kenyang, takut lupa kepada perasaan lapar yang diderita si fakir”.

3. Aspek Jasmani

Hadist riwayat Ibnu Majjah dan Ibnu Hibbah mengajarkan bahwa tempat pada manusia tidak ada yang lebih buruk dipenuhi daripada perutnya.

cukuplah orang makan sekedar dapat untuk menegakkan tulang punggungnya, apabila harus diadakan pembagian, hendaknya sepertiga dari untuk minuman, dan sepertiga perut untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.

Apabila perut itu adalah sarang penyakit, mencegah makanan adalah obat yang paling utama.

Dengan demikian, puasa adalah salah satu cara yang amat besar artinya bagi kesehatan jasmani.

Dalam kitab yang berjudul Risalatus Shiyam oleh Kyai Ali Maksum menerangkan tentang beberapa hikmah diwajibkannya puasa, antara lain:

1. Orang yang berpuasa akan lebih dekat dengan sifat-sifat terpuji (malakiyah)

2. Puasa dapat membersihkan dan menjernihkan jiwa orang yang berpuasa dari sifat binatang,

sedangkan ibadah-ibadah lain yang dikerjakan akan terwarnai dengan keikhlasan dan kemurnian batinnya, lepas dari kotoran keragu-raguan dan kekacauan.

3. Puasa dapat menjaga kesehatan tubuh

4. Puasa dapat membuat terang pikiran dan membersihkan hati seseorang. (novia_khil/kuliahislam)

 

SUMBER:

Kaysan, Ahmad Tubagus. 2015. Dahsyatnya dibalik Puasa Senin Kamis (Skripsi). Bangka Belitung: STAIN Bangka Belitung.

Masitoh, Umi. 2014. Peranan Puasa Sunnah Senin Kamis dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual (SQ) Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Nurul Ummah Yogyakrta (Skripsi). Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.

Ulfah, Zakiah. 2016. Manfaat Puasa dalam Perspektif Sunnah dan Kesehatan (Skripsi). Medan: UIN Sumatra Utara.

Fiqih Puasa.

NUOnline.

lifestyle (image).