Puasa Kafarat (Puasa Tebusan/Denda)

Puasa Kafarat (Puasa Tebusan/Denda)

Bagi kalian yang punya hutang puasa ramadhan, jangan lupa dibayar ya…

Sudah kita ketahui bahwa puasa Ramadhan merupakan puasa yang hukumnya wajib dilaksanakan setiap muslim di dunia, karena puasa yang dilaksanakan dalam jangka waktu kurang lebih satu bulan itu merupakan perintah Allah swt.

Perintah tersebut tercantum dalam Al qur’an surat al-Baqarah ayat 183:

puasa kafarat

 

 

 

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa” (Q.S. Al Baqoroh: 183).

Berdasarkan keterangan ayat tersebut, maka setiap umat muslim tidak boleh tidak melaksanakan puasa kecuali ada halangan yang membuat orang tersebut tidak bisa berpuasa.

Akan tetapi orang yang meninggalkan puasa Ramadhan wajib membayarnya sesuai dengan aturan yang berlaku atau sesuai dengan perbuatannya ketika meninggalkan puasa tersebut.

Salah satu cara untuk menggantikan puasa Ramadhan yang telah ditinggalkan yaitu dengan melaksanakan puasa kafarat atau denda.

Puasa kafarat adalah puasa yang diwajibkan Allah Swt. terhadap siapa saja yang telah melakukan perbuatan terlarang dalam syariat Islam untuk membuatnya jera, membersihkan diri dan sebagai taubat kepada Allah Swt.

Kafarat dilakukan ketika melakukan zhihar, melakukan perbuatan yang dilarang pada saat melakukan ibadah haji dan kafarat karena membunuh secara tidak sengaja, selain itu juga ada kafarat yang dilakukan karena pelanggaran dalam berpuasa wajib Ramadhan. Sebagaimana Sabda Nabi Saw. berikut ini:

Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a ia berkata: “Ketika kami sedang duduk bermajelis bersama Nabi Saw.tiba-tiba datang seorang laki-laki lalu berkata: “Wahai Rasulullah, binasalah aku”. Beliau bertanya: “Ada apa denganmu?”. Orang itu menjawab: “Aku telah berhubungan dengan isteriku sedangkan aku sedang berpuasa”. Maka Rasulullah Saw.bertanya: “Apakah kamu memiliki budak, sehingga kamu harus membebaskannya?”. Orang itu menjawab: “Tidak”. Lalu Beliau bertanya lagi: “Apakah kamu sanggup bila harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut?”. Orang itu menjawab: “Tidak”. Lalu Beliau bertanya lagi: “Apakah kamu memiliki makanan untuk diberikan kepada enam puluh orang miskin?”. Orang itu menjawab: “Tidak”. Sejenak Nabi Saw.terdiam. Ketika kami masih dalam keadaan tadi, Nabi diberikan satu keranjang berisi kurma, lalu Beliau bertanya: “Mana orang yang bertanya tadi?”. Orang itu menjawab: “Aku”. Maka Beliau berkata: “Ambillah kurma ini lalu bershadaqahlah dengannya”. Orang itu berkata: “Apakah ada orang yang lebih faqir dariku, wahai Rasulullah. Demi Allah, tidak ada keluarga yang tinggal diantara dua perbatasan, yang dia maksud adalah dua gurun pasir, yang lebih faqir daripada keluargaku”. Mendengar itu Nabi Saw.menjadi tertawa hingga tampakgigi seri Beliau. Kemudian Beliau berkata: “Kalau begitu berilah makan keluargamu dengan kurma ini”. (HR. Bukhari).

Adapun seorang yang terkena kafarat atau denda yang berkaitan puasa wajib Ramadhan antara lain:

1. Barangsiapa yang meninggal dunia sedang ia mempunyai tanggungan puasa Ramdhan, haruslah dikeluarkan makan atas namanya (kepada orang miskin, oleh walinya dari harta peninggalannya) untuk setiap hari 1 mud.

2. Orang tua yang telah lanjut usia (pikun, termasuk juga orang sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh) jika tidak kuat berpuasa, boleh berbuka (tidak puasa) dan harus memberi makan (kepada orang miskin) untuk tiap hari 1 mud.

3. Wanita hamil dan wanita yang menyusui jika kuatir akan terganggu kesehatan dirinya, boleh berbuka (tidak puasa) dan wajiblah keduannya mengqadha.

Jika keduannya kuatir akan (terganggu kesehatan) anaknya, boleh berbuka puasa dan wajib mengqodha serta membayar kafarat untuk tiap hari 1 mud yaitu ½ kati Irak (6 ons).

4. Orang sakit dan orang musafir yang bepergian jauh boleh keduannya berbuka dan harus mengqadha’. (novia_khil/kuliahislam)

 

Sumber:

Amar, Imron Abu. 1984. Fathul Qorib Al-Mujiib (Terjemah). Kudus: Menara Kudus.

Awaludin, Latief, M. Abdurahman, & Yusuf Baharuddin. 2010. Ummul Mukminin (Al qur’an dan Terjemahan untuk Wanita). Jakarta Selatan: Wali.

Ulfah, Zakiah. 2016. Manfaat Puasa dalam Perspektif Sunnah dan Kesehatan (Skripsi). Medan: UIN Sumatra Utara.

tafsirquran

zakat (image).