Puasa Daud (Puasa Sunnah Utama)

Puasa Daud (Puasa Sunnah Utama)

Puasa dalam islam tidak hanya puasa ramdhan saja, akan tetapi juga ada puasa sunnah, puasa makruh, sampai puasa yang di haramkan.

Adapun puasa wajib tentunya puasa yang harus dilaksanakan dan apabila ditinggalkan akan mendapatkan dosa, kecuali kalau menggantinya.

Sedangkan puasa sunnah merupakan puasa yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak mendapat apa-apa.

Dalam puasa sunnah sendiri, dalam keutamaan puasanya mempunyai tingkatan masing-masing seperti puasa Daud lebih utama dari puasa-puasa sunnah yang lain.

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan puasa sunnah yang lain tidak utama.

Puasa Daud merupakan puasa khusus amalannya nabi Daud as. Dapat juga diartikan sebagai puasa sunnat yang dikerjakan dengan cara sehari berpuasa, kemudian sehari berbuka dan seterusnya.

Puasa ini merupakan puasa sunnah yang paling afdhal atau utama dan tidak ada lagi puasa sunnat yang afdhal selain itu. Hal ini sebagaimana keterangan yang terdapat dalam hadist, yang artinya sebagai berikut:

puasa yang paling utama adalah puasanya nabi Daud as, ia berpuasa sehari dan berbuka (tidak berpuasa) sehari” (H.R. An-Nasa’i).

Mengapa puasa Daud menjadi puasa sunnah yang paling utama? Karena puasa daud merupakan puasa yang paling berat. Dengan puasa Daud seseorang bersua atau bertemu dengan apa yang sudah menjadi disenangi sehari kemudian berpisah sehari.

Sebagaimana sabda Nabi saw:

dalil utama puasa dawud

 

 

 

 

Artinya: “Dari Abdullah bin ‘amr, ia berkata: Rosulullah saw bersabda: “Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud, sedangkan shalat yang paling disukai Allah adalah juga shalat Nabi Daud. Nabi Daud tidur di pertengahan malam, dan beliau Shalat di sepertiga malamnya dan tidur lagi seperenamnya. Adapun puasa Daud yaitu puasa sehari dan berbuka sehari.” (HR. Muslim).

Dari hadis diatas, dapat dikatakan bahwa, seseorang mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari bisa melakukan apa saja yang sudah terbiasa dilakukan dan dihalalkan seperti makan-minum, menggauli istri, dan lain-lain.

Baru sehari merasakan hal itu kemudian pada hari berikutnya harus dihentikan karena melakukan puasa. Hal ini tentunya sangat memberatkan.

Menurut imam al ghazali, puasa daud (yakni sehari berpuasa, sehari tidak) apabila dilihat secara amaliyahnya, puasa daud lebih tinggi tingkatannya daripada puasa lainnya, karena puasa tersebut tidak dilakukan hanya pada waktu-waktu tertentu.

Pelaku daud menunaikan puasa dalam kesehariannya, sehingga ia terbiasa dan dapat menjaga dirinya dengan mudah dari perbuatan-perbuatan maksiat dan mendapatkan derajat yang dijanjikan oleh Allah swt, yaitu taqwa. (novia_khil/kuliahislam)

 

SUMBER:

Ulfah, Zakiah. 2016. Manfaat Puasa dalam Perspektif Sunnah dan Kesehatan (Skripsi). Medan: UIN Sumatra Utara.

NUONLINE.

fsi.fk.ui. (image).

 

Baca Juga:

Keistimewaan Puasa Sunnah Senin Kamis

Puasa Sya’ban

Puasa Kafarat (Denda/tebusan)

Puasa Nazar

Asal Mula Wajibnya Puasa Ramadhan