Penjelasan Zakat Persero

Penjelasan Zakat Persero

Zakat Persero

‏( ﻓﺼﻞ ﻭﺍﻟﺨﻠﻴﻄﺎﻥ ﻳﺰﻛﻴﺎﻥ ‏) ﺑﻜﺴﺮ ﺍﻟﻜﺎﻑ ‏( ﺯﻛﺎﺓ ‏) ﺍﻟﺸﺨﺺ ‏( ﺍﻟﻮﺍﺣﺪ ‏) ﻭﺍﻟﺨﻠﻄﺔ ﻗﺪ ﺗﻔﻴﺪ ﺍﻟﺸﺮﻳﻜﻴﻦ ﺗﺨﻔﻴﻔﺎ ﺑﺄﻥ ﻳﻤﻠﻜﺎ ﺛﻤﺎﻧﻴﻦ ﺷﺎﺓ ﺑﺎﻟﺴﻮﻳﺔ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻓﻴﻠﺰﻣﻬﻤﺎ ﺷﺎﺓ

(Pasal) dua orang yang mencampur hartanya, maka mereka membayar zakat, dengan hitungan zakatnya orang satu. dengan membaca kasrah huruf kafnya lafadz “yuzakkiyani”

Dan khulthah (mencampur harta) terkadang bisa meringankan pada dua orang yang bersekutu, semisal keduanya memiliki delapan puluh ekor kambing dengan bagian yang sama di antara keduanya (masing-masing memiliki empat puluh ekor), maka keduanya hanya wajib mengeluarkan satu ekor kambing.

ﻭﻗﺪ ﺗﻔﻴﺪ تثقيلا ﺑﺄﻥ ﻳﻤﻠﻜﺎ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﺷﺎﺓ ﺑﺎﻟﺴﻮﻳﺔ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻓﻴﻠﺰﻣﻬﻤﺎ ﺷﺎﺓ

Terkadang memberatkan pada keduanya, semisal keduanya memiliki empat puluh ekor kambing dengan bagian yang sama di antara keduanya (masing-masing memiliki dua puluh ekor), maka keduanya wajib mengeluarkan zakat satu ekor kambing.

ﻭﻗﺪ ﺗﻔﻴﺪ ﺗﺨﻔﻴﻔﺎ ﻋﻠﻰ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﻭ تثقيلا ﻋﻠﻰ ﺍﻵﺧﺮ ﻛﺄﻥ ﻳﻤﻠﻜﺎ ﺳﺘﻴﻦ لأﺣﺪﻫﻤﺎ ﺛﻠﺜﻬﺎ ﻭللآﺧﺮ ﺛﻠﺜﺎﻫﺎ

Terkadang meringankan pada salah satunya dan memberatkan pada yang lain, seperti keduanya memiliki enam puluh ekor kambing, dengan perincian salah satunya memiliki sepertiganya (dua puluh ekor) dan yang lain memiliki dua pertiga (empat puluh ekor).

ﻭﻗﺪ لاﺗﻔﻴﺪ ﺗﺨﻔﻴﻔﺎ ﻭلا تثقيلا ﻛﺄﻥ ﻳﻤﻠﻜﺎ ﻣﺎﺋﺘﻲ ﺷﺎﺓ ﺑﺎﻟﺴﻮﻳﺔ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ

Terkadang tidak meringankan dan tidak memberatkan, seperti keduanya memiliki dua ratus ekor kambing dengan bagian yang sama di antara keduanya (masing-masing memiliki seratus ekor).

Syarat-Syarat Khulthah

Dua orang yang mencampur hartanya itu hanya bisa membayar dengan zakat satu orang jika memenuhi tujuh syarat.

ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﺰﻛﻴﺎﻥ ﺯﻛﺎﺓ ﺍﻟﻮﺍﺣﺪ ‏( ﺑﺴﺒﻊ ﺷﺮﺍﺋﻂ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ‏) ﻭﻓﻲ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻨﺴﺢ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ‏( ﺍﻟﻤﺮﺍﺡ ﻭﺍﺣﺪﺍ ‏) ﻭﻫﻮ ﺑﻀﻢ ﺍﻟﻤﻴﻢ ﻣﺄﻭﻯ ﺍﻟﻤﺎﺷﻴﺔ ليلا ‏( ﻭﺍﻟﻤﺴﺮﺡ ﻭﺍﺣﺪﺍ ‏) ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﺎﻟﻤﺴﺮﺡ ﺍﻟﻤﻮﺿﻊ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﺴﺮﺡ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﻤﺎﺷﻴﺔ( ﻭﺍﻟﻤﺮﻋﻰ ‏) ﻭﺍﻟﺮﺍﻋﻲ ‏( ﻭﺍﺣﺪﺍ ﻭﺍﻟﻔﺤﻞ ﻭﺍﺣﺪﺍ ‏) ﺃﻱ ﺍﺗﺤﺪ ﻧﻮﻉ ﺍﻟﻤﺎﺷﻴﺔ

Yaitu ketika, dalam sebagian redaksi menggunakan bahasa “jika” kandangnya menjadi satu. Lafadz “al murah” dengan terbaca dlammah huruf mimnya, adalah tempat binatang ternak di malam hari.

Al masrahnya satu. Yang dikehendaki dengan al masrah adalah tempat yang digunakan untuk mengumpulkan binatang ternak. Tempat mengembala dan pengembalanya menjadi satu. Dan pejantannya juga menjadi satu, maksudnya jika binatang ternaknya satu macam.

ﻓﺈﻥ ﺍﺧﺘﻠﻒ ﻧﻮﻋﻬﺎ ﻛﻀﺄﻥ ﻭﻣﻌﺰ ﻓﻴﺠﻮﺯ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻜﻞ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻓﺤﻞ ﻳﻄﺮﻕ ﻣﺎﺷﻴﺘﻪ‏( ﻭﺍﻟﻤﺸﺮﺏ ‏) ﺃﻱ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﺸﺮﺏ ﻣﻨﻪ ﺍﻟﻤﺎﺷﻴﺔ ﻛﻌﻴﻦ ﺃﻭ ﻧﻬﺮ ﺃﻭ ﻏﻴﺮﻫﻤﺎ ‏( ﻭﺍﺣﺪﺍ )

Jika macamnya berbeda seperti kambing domba dan kambing kacang, maka diperbolehkan masing-masing dari kedua orang tersebut memiliki pejantan sendiri-sendiri yang akan mengawini ternaknya.

Dan Al masyrabnya jadi satu, yaitu tempat minum ternaknya seperti sumber, sungai atau yang lain.

ﻭﻗﻮﻟﻪ ‏( ﻭﺍﻟﺤﺎﻟﺐ ﻭﺍﺣﺪﺍ ‏) ﻫﻮ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﻮﺟﻬﻴﻦ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺴﺄﻟﺔ ﻭﺍلأﺻﺢ ﻋﺪﻡ ﺍلإﺗﺤﺎﺩ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺎﻟﺐ

Perkataan mushannif, halib (tukang pera susunya jadi satu)” adalah salah satu dua pendapat dalam permasalahan ini.

Dan pendapat yang paling shohih tidak mensyaratkan halib (tukang pera susu) harus jadi satu.

ﻭﻛﺬﺍ ﺍﻟﻤﺤﻠﺐ ﺑﻜﺴﺮ ﺍﻟﻤﻴﻢ ﻭﻫﻮ ﺍلإﻧﺎﺀ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺤﻠﺐ ﻓﻴﻪ‏( ﻭﻣﻮﺿﻊ ﺍﻟﺤﻠﺐ ‏) ﺑﻔﺘﺢ ﺍللاﻡ ‏( ﻭﺍﺣﺪﺍ ‏) ﻭﺣﻜﻰ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ ﺇﺳﻜﺎﻥ ﺍللاﻡ ﻭﻫﻮ ﺍﺳﻢ ﺍﻟﻠﺒﻦ ﺍﻟﻤﺤﻠﻮﺏ ﻭﻳﻄﻠﻖ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ ﻗﺎﻝ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﻫﻨﺎ

Begitu juga al mihlab, dengan terbaca kasrah huruf mimnya, harus jadi satu, yaitu wadah yang digunakan untuk memerah susu.

Tempat memerah susunya juga harus jadi satu. Lafadz “al halab” dengan terbaca fathah huruf lamnya. Imam an Nawawi menghikayahkan pembacaan sukun huruf lamnya lafadz “al halab”, yaitu nama susu yang diperah. Dan digunakan dengan arti makna masdarnya. Sebagian ulama’ berkata bahwa itulah yang dikehendaki di sini.(ir/kuliahislam)

‏Sumber : Fathul Qorib