Keutamaan Ilmu (6) – Kajian Ihya Ulumuddin

Keutamaan Ilmu (6) – Kajian Ihya Ulumuddin

Lanjutan Tentang Keutamaan Ilmu Dan Dalil-Dalilnya

و قال بعض العلماء ليت شعرى أىّ شيئ ادرك من فاته العلم و أىّ شيئ فاته من العلم

Sebagian ulama berkata: “Kiranya, apakah yang diperoleh oleh orang yang tidak memiliki ilmu, dan apakah yang tidak diperoleh oleh orang yang memiliki ilmu?”.

وقال صلى الله عليه وسلم (من اوتى القرآن فراى ان احدا اوتى خيرا منه فقد حقر ما عظم الله تعالى)

Dan Nabi Saw bersabda: “Barang siapa diberi Al-Qur’an lalu ia memandang bahwa ada seseorang yang diberi sesuatu yang lebih baik dari padanya maka ia telah menghina sesuatu yang dibesarkan oleh Allah Ta’ala”.

و قال فتح الموصل رحمه الله أليس المريض اذا منع الطعام و الشراب والدواء يموت قالوا بلى قال كذلك القلب اذا منع عنه الخكمة والعلم ثلاثة أيام يموت ولقد صدق فان غذاء القلب العلم والحكمة بهما حياته كما أن غذاء الجسد الطعام

Fathul Maushul rahimahullah berkata: “Bukankah orang sakit apabila dicegah makan, minum dan obat maka ia mati?” Mereke menjawab: “Ya”. Ia berkata: “Demikian juga hati, apabila dicegah dari padanya hikmah dan ilmu selama tiga hari maka hati itu akan mati”. Ia benar karena makanan hati adalah ilmu dan hikmah, dan dengan keduanyalah hidupnya hati sebagaimana makanan tubuh adalah makanan.

Baca Juga :

و من فقد العلم فقلبه مريض وموته لازم ولكنه لا يشعر به إذحب الدنيا وشغله بها أبطل إحساسه كما أن غلبة الخوف قد تبطل ألم الجراح فى الحال وان كان واقعا

Dan barang siapa yang tidak mendapat ilmu maka hatinya sakit sedangkan matinya itu pasti. Tetapi ia tidak merasakannya karena cinta dan sibuk dengan dunia itu mematikan perasaannya sebagaimana takut itu terkadang meniadakan sakitnya luka seketika, meskipun luka itu masih ada.

فاذا حط الموت أعباء الدنيا أحسّ بهلاكه وتحسر تحسرا عظيما ثم لا ينفعه و ذلك كاحساس الآمن من خوفه والمفيق من سكره بما اصابه من الجراحات فى حالة السكر أو الخوف فنعوذ بالله من يوم كشف الغطاء فان الناس  نيام فاذا ماتوا انتبهوا

Apabila kematian telah menghilangkan beban-beban dunia maka ia merasakan kebinasaannya dan ia menyesal dengan sesalan yang besar namun sesalan itu tidak berguna baginya. Dan itu seperti perasaan orang yang aman dari takutnya, dan orang yang sadar dari mabuknya terhadap luka-luka yang dideritanya dalam keadaan mabuknya atau dalam keadaan takut.

Maka kita mohon perlindungan kepada Allah pada hari dibukanya tutup. Sesungguhnya manusia itu tidur, apabila mati maka mereka jaga (bangun).

و قال الحسن رحمه الله يوزن مداد العلماء بدم الشهداء فيرجح مداد العلماء بدم الشهداء و قال ابن مسعود رضى الله عنه عليكم بالعلم قبل ان يرفع و رفعه موت رواته فوالذى نفسى بيده ليودن رجال قتلوا فى سبيل الله شهداء ان يبعثهم الله علماء لما يرون من كرامتهم فان أحدا لم يولد عالما وانما العلم بالتعلم

Al-Hasan rahimahullah berkata: “Tinta ulama itu ditimbang dengan darah syuhada’ maka tinta ulama itu unggul atas darah syuhada’”. Ibnu Mas’ud ra berkata: “Wajib atasmu untuk berilmu sebelum ilmu itu diangkat, sedangkan diangkatnya ilmu adalah matinya perawi-perawinya.

Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya sungguh orang-orang yang terbunuh dijalan Allah itu sebagai syuhada’ itu yang mereka lihat. Sesungguhnya seseorang itu tidak dilahirkan sebagai orang yang berilmu, namun ilmu itu dengan belajar”. (ir/kuliahislam)

Baca Selanjutnya Ke Bagian 7 –> –> –>

Sumber : Ihya’ Ulumuddin Juz 1 Halaman 8-9, Daru Ihya’