Inilah Kisah Rufaidah Al-Anshariyyah

Inilah Kisah Rufaidah Al-Anshariyyah

Perniagaan Ini Telah Menghasilkan Keuntungan, Wanita Abu Ad-Dahdah

Sayyidah Rufaidah Al-Anshariyyah adalah istri dari Abu ad-Dahdah. Dia termasuk ke dalam golongan para shahabat Rasulullah SAW. Adapun kisah tentang dirinya tercantum dalam hadits abu ad-Dahdah ketika dia menyerahkan kebunnya dengan ikhlas:

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Abu Mas’ud r.a, dia berkata, “Ketika ayat ini turun, “barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah melipat gandakanganti kepadanya dengan banyak.”, Abu ad-Dahdah Al-Anshari berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah Allah menginginkan pinjaman dari kita?’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Benar, wahai Abu Ad-Dahdah.’ Abu Ad-Dahdah pun berkata, Berikanlah tanganmu kepadaku, wahai Rasulullah.’ Maka Rasulullah SAW memberikan tangan beliau kepadanya. Lalu dia berkata, ‘Sungguh, aku telah meminjamkan kebunku untuk Rabbku.’

Pada saat itu, dia memiliki sebuah kebun yang di dalamnya ada enam ratus batang pohon kurma, sedangkan Ummu Ad-Dahdah dan anak-anaknya tinggal di dalam kebun tersebut. Kemudian Abu Ad-Dahdah masuk ke kebunnya seraya memanggil istrinya, ‘Wahai Ummu Ad-Dahdah!’ Istrinya menjawab, ‘Aku memenuhi panggilanmu.’ Abu Ad-Dahdah berkata, ‘Keluarlah, karena aku telah meminjamkannya kepada Rabbku swt.’

Baca Juga :

Di dalam riwayat lain disebutkan bahwa Ummu Ad-Dahdah berkata kepadanya, ‘Perniagaanmu telah menghasilkan keuntungan, wahai Abu Ad-Dahdah!’ Lalu dia memindahkan barang-barangnya juga anak-anaknya. Dan sesungguhnya Rasulullah SAW pun telah bersabda, ‘Betapa banyaknya pelepah pohon-pohon besar milik Abu Ad-Dahdah di surga’.”

Wanita muslimah itu telah mendukung suaminya dalam melakukan kebaikan yang dia inginkan dengan segenap keridhaan karena mengharapkan apa yang ada di sisi Allah swt. Dia tidak berkata pada suaminya, “Sisakanlah untuk anak-anak kita” atau “Mengapa engkau melakukan ini? Bukankah kita bisa memberikannya sebagian, dan menyisakan sebagiannya lagi untuk kita?”

Dia tidak melakukan hal tersebut, bahkan dia justru menambahkan kekuatan kepada suaminya untuk beramal shaleh, serta memberikan kabar gembira kepadanya bahwa apa yang dia lakukan itu merupakan perniagaan yang menguntungkan, karena tidak ada perniagaan yang lebih menguntungkan daripada sesuatu yang dijual kepada Allah swt.

Baca Juga :

مَا عِندَكُمۡ يَنفَدُ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٖۗ وَلَنَجۡزِيَنَّ ٱلَّذِينَ صَبَرُوٓاْ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٩٦

 “Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. dan Sesungguhnya Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl: 96)

Allah swt berfirman:

۞مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَۖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ أُكُلُهَا دَآئِمٞ وَظِلُّهَاۚ تِلۡكَ عُقۡبَى ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْۚ وَّعُقۡبَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٱلنَّارُ ٣٥

 “Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.” (Ar-Ra’d: 35)

Allah swt juga berfirman:

سَابِقُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا كَعَرۡضِ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ أُعِدَّتۡ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦۚ ذَٰلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ ٢١

Baca Juga :

“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-hadid: 21). (ir/kuliahislam)

 

Sumber : AQWAM Solo, Ummu Isra’ Binti ‘Arafah Bayyumi, 66 Muslimah Pengukir Sejarah