Inilah Kisah Asiyah Binti Muzahim

Inilah Kisah Asiyah Binti Muzahim

Wanita yang Keimanannya Allah Jadikan Perumpamaan

As-Suhaili mengatakan, “Asiyah binti Muzahim bin ‘Ubaid bin Ar-Rayyan bin Walid -yang merupakan Fir’aunnya Mesir pada zaman Nabi Yusuf- dikatakan dari bani Israil, sebangsa dengan Nabi Musa as. ada juga yang mengatakan bahwa dia adalah bibi Nabi Musa as.

Kisah tentangnya disebutkan dalam Al-Qur’an pada banyak ayat yang akan kami jadikan sebagai penjelasan mengenai kepribadiannya melalui lembaran-lembaran sejarah. Allah swt berfirman:

وَقَالَتِ ٱمۡرَأَتُ فِرۡعَوۡنَ قُرَّتُ عَيۡنٖ لِّي وَلَكَۖ لَا تَقۡتُلُوهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوۡ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدٗا وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ٩

 “Dan berkatalah isteri Fir’aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. janganlah kamu membunuhnya, Mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari.” (Al-Qashash: 9)

Baca Juga :

Ibnu Katsir r.a mengatakan, “Yakni, ketika Fir’aun berniat akan membunuh Musa a.s karena takut jiwa bayi itu berasal dari bani Israil, maka istrinya yang bernama Asiyah binti Muzahim langsung membantahnya, membela anak itu dan berusaha membuat Fir’aun menyayanginya. Dia berkata, ‘(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu.’ Namun, Fir’aun menjawab, ‘Bagimu mungkin benar, namun bagiku tidak.’ Dan kenyataan yang terjadi memang demikian. Allah memberikan hidayah kepadanya (Asiyah) dengan perantara Musa a.s, dan Allah membinasakannya (Fir’aun) melalui perantara Musa a.s juga.

Demikianlah, sayyidah Asiyah telah menjadi perantara untuk keselamatan Musa a.s dari pembunuhan. Maka balasannya pun sesuai dengan perbuatannya, Allah pun telah menyelamatkannya dari Fir’aun dan kaumnya yang zalim serta menganugerahkan kepadanya sebuah rumah di surga-Nya.

Nabi Musa a.s hidup di bawah pengasuhannya dan penjagaannya, dia sangat menyayangi Musa a.s. Oleh karenanya, ketika Musa a.s menyerunya untuk beriman kepada Allah Yang Maha Esa, maka dialah wanita pertama yang beriman kepada-Nya. Sungguh, Allah swt telah menjadikan keimanan wanita ini sebagai perumpamaan, lalu Allah mengabadikan hal tersebut di dalam kitab-Nya yang mulia; karena dia telah mengumumkan keimanannya di hadapan suaminya yang memiliki kekuasaan besar kala itu, Fir’aun yang terkutuk.

Demi membela Allah, dia sama sekali tidak takut terhadap apapun, dia juga tidak terperdaya oleh fenomena kerajaan dan kemewahan yang selama ini dia nikmati di bawah naungan istana Fir’aun, dia menengadahkan kepalanya kepada Rabb Pemilik langit dalam situasi yang sangat indah, di mana dia memohon kepada Rabb Pemilik langit agar Dia menganugerahkan kepadanya sebuah rumah di sisi-Nya. Allah swt berfirman:

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱمۡرَأَتَ فِرۡعَوۡنَ إِذۡ قَالَتۡ رَبِّ ٱبۡنِ لِي عِندَكَ بَيۡتٗا فِي ٱلۡجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِن فِرۡعَوۡنَ وَعَمَلِهِۦ وَنَجِّنِي مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ١١

“Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.” (At-Tahriim: 11)

Baca Juga :

Qatadah mengatakan, “Fir’aun adalah penduduk bumi yang paling sombong dan paling dia menaati Rabbnya, supaya orang-orang mengetahui bahwa Allah swt adalah hakim yang adil, dan Dia tidak akan menghukum seseorang kecuali karena dosanya.”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, dia berkata, “sesungguhnya, Fir’aun telah menancapkan empat tiang pasak bagi istrinya, di kedua tangannya dan kedua kakinya. Lalu ketika mereka (Fir’aun dan para pengikutnya) pergi meninggalkannya, maka para malaikat pun menaunginya. Lalu dia (istri Fir’aun) berkata, ‘Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum zalim.’ (At-Tahrim: 11), maka Allah pun memperlihatkan kepadanya rumahnya di surga.”

Dr. Umar Al-Asyqar mengatakan, “Sebagian wanita telah mengalami berbagai peristiwa keimanan yang istimewa dalam catatan sejarah, dan beberapa peristiwa tersebut tidak akan sanggup dijalani oleh para lelaki. Salah satunya adalah apa yang sudah dijalani Asiyah ratu Mesir, istri Fir’aun. Dia telah merelakan jiwanya untuk Allah swt, lebih memilih apa yang ada di sisi-Nya, meninggalkan dunia, serta bersabar atas siksaan dari suaminya hingga ruhnya pergi menemui Sang Pencipta.”

Sungguh, Allah telah menjadikan dia sebagai perumpamaan dalam hal keimanan, Rasulullah SAW pun telah menjadikannya sebagai perumpamaan dalam hal kesempurnaan. Diriwayatkkan dari Abu Musa r.a, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga :

كَمُلَ مِنَ الرِّجَالِ كَثِيْرٌ، وَلَمْ يَكْمُلْ مِنَ النِّسَاءِ: إِلاَّ آسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ، وَمَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ، وَإِنَّ فَضْلَ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ

“Manusia yang sempurna dari kalangan laki-laki banyak, dan tidak ada manusia yang sempurna dari kalangan wanita kecuali Asiyah istri Fir’aun dan Maryam binti ‘Imran. Dan keistimewaan ‘Aisyah r.a dibandingkan wanita-wanita lain adalah bagaikan keistimewaan makanan tsarid dibandingkan makanan yang lain.”

Sayyidah yang sempurna itu telah memperoleh kedudukan yang tinggi, sebab dia telah melepaskan dunia karena Allah sehingga Allah mengangkat derajatnya. (ir/kuliahislam)

 

Sumber : AQWAM Solo, Ummu Isra’ Binti ‘Arafah Bayyumi, 66 Muslimah Pengukir Sejarah