Inilah Kelebihan Sa’id Bin Jubair Dalam Hal Tafsir

Inilah Kelebihan Sa’id Bin Jubair Dalam Hal Tafsir

Sa’id bin Jubair adalah murid terbesar Ibnu Abbas ra. ulama umat dan penafsir al-Qur’an. Sa’id bin Jubair telah menimba ilmu yang sangat banyak dari beliau. Saat penduduk kufah bertanya kepada Ibnu Abbas, maka beliau mengatakan, “Bukankah di tengah kalian terdapat Ibnu Ummi ad-Dahma, yakni Sa’id bin Jubair?”

Berikut adalah sebagian atsar yang diriwayatkan dari Sa’id bin Jubair tentang tafsir:

Dari ar-Rabi’ bin Abu Rasyid, dari Sa’id bin Jubair tentang firman-Nya,

يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ أَرۡضِي وَٰسِعَةٞ

“Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas”. (QS. Al-Ankabut: 56)

Dia mengatakan bahwa makna ayat ini, “Jika kemaksiatan telah dilakukan di suatu tempat, maka keluarlah darinya”.

Baca Juga:

Dari Atha’ bin Dinar, dari Sa’id bin Jubair tentang firman-Nya,

فَٱذۡكُرُونِيٓ أَذۡكُرۡكُمۡ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu,”. (QS. Al-Baqarah: 152)

Sa’id mengatakan, tafsir makna ayat tersebut ialah, “Ingatlah Aku dengan melakukan ketaatan kepada-Ku, niscaya Aku mengingat kalian dengan ampunan-Ku”.

Dari Atha’, Sa’id bin Jubair mengatakan, tentang firman-Nya,

وَنَكۡتُبُ مَا قَدَّمُواْ وَءَاثَٰرَهُمۡۚ

“Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan”. (QS. Yasin: 12)

Sa’id mengatakan, “Yakni, apa yang mereka contohkan (mereka rintis)”.

Dari Abu Sinan Dhirar bin Murrah, dari Sa’id bin Jubair tentang firman-Nya,

وَقَدۡ كَانُواْ يُدۡعَوۡنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ وَهُمۡ سَٰلِمُونَ ٤٣

“Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera”. (QS. Al-Qalam: 43).

Sa’id mengatakan, “Maksudnya, shalat berjamaah”.

Baca Juga:

Dari salim, dari Sa’id bin Jubair tentang firman-Nya,

أُوْلِي ٱلۡأَيۡدِي وَٱلۡأَبۡصَٰرِ ٤٥

“Yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi”. (QS. Shad: 45)

Sa’id mengatakan, “ٱلۡأَيۡدِي adalah kuat dalam ilmu, sedangkan ٱلۡأَبۡصَٰرِ adalah berkenaan dengan apa yang mereka jalani berupa urusan agama mereka”.

Dari Abu Ishaq, dari Sa’id bin Jubair, tentang firman-Nya,

بَلۡ يُرِيدُ ٱلۡإِنسَٰنُ لِيَفۡجُرَ أَمَامَهُۥ ٥

“Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus”. (QS. Al-Qiyamah: 5)

Beliau mengatakan, “Yakni, manusia tersebut mengatkan, ‘Aku akan bertaubat”. Dari Ja’far bin Abu Al-Mughirah, dari Sa’id bin Jubair tentang firman-Nya,

وَلَا تَرۡكَنُوٓاْ إِلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ فَتَمَسَّكُمُ ٱلنَّارُ

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka”. (QS. Hud: 113)

Beliau mengatakan, “Yakni, jangan meridhai perbuatan mereka”.

Baca Juga:

Guru-Guru Dan Murid-Murid Sa’id Bin Jubair

Guru-guru beliau:

Al-Mizzi mengatkan, “Dia meriwayatkan dari Anas bin Malik, adh-Dhahhak bin Qais al-Fihri, Abdullah bin Zubair, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar bin Khattab, Abdullah bin Mughaffal, Adi bin Hatim, Amr bin Maimun al-Audi, Abu Sa’id al-Anshari, Abu Musa al-Asy’ari, Abu hurairah, dan Aisyah”.

Murid-murid beliau:

Al-Hafidz mengatakan, “Sementara yang meriwayatkan darinya ialah dua putranya: Abdul Malik dan Abdullah, lalu Ya’la bin Hakim, Ya’la bin Muslim, Abu Ishaq as-Sabi’i, Abu Zubair al-Makki, Adam bin Sulaiman, Asy’ats bin Abu asy-Sya’tsa’, Ayyub, Bukair bin Syihab, Tsabit bin Ajlan, Habib bin Abu Tsabit, Ja’far bin Abu Mughirah, Hakam bin Utaibah, Hushain bin Abdurrahman, Simak bin Harb, al-A’masy, Ibnu Khutsaim, Dzar bin Abdullah al-Murabba’i, Salim bin al-Afthas, Salamah bin Kuhail, Thalhah bin Musharrif, Abdullah bin Sulaiman, Atha’ bin as-Sa’ib, Amr bin Abu Amr, maula al-Muththalib, Amr bin Murrah, al-Qasim bin Abu Bazzah, Muhammad bin Suqah, Manshur bin al-Mu’tamar, al-Minhal bin Amr, al-Mughirah bin Syu’bah, Wabrah bin Abdurrahman, dan masih banyal lagi yang lainnya. (ir/kuliahislam)

 

Sumber: Biografi 60 Ulama Ahlus Sunnah, Darul Haq