Inilah Keajaiban Angka 9

Inilah Keajaiban Angka 9

Keajaiban Angka 9

Asmaul Husna jumlahnya 99. Sebuah angka yang maknanya hanya diketahui oleh Allah Swt. Yang jelas, angka 9 menyimpan rahasia yang penuh makna.

Bila dikaji secara mendalam, wafatnya Gus Dur, baik berkaitan dengan jam, tanggal, maupun tahun, ternyata menyimpan makna dan mengandung nilai yang amat tinggi. Memang ini hanya ilmu gotak-gatok (menyambung-nyambungkan), tetapi mengapa semuanya mengarah pada angka yang sama, yakni 9?

Inilah yang membuat Ki Agem Cemeng, spiritualis asal Tuban, Jawa Timur semakin meyakini bahwa Gus Dur adalah sang wali katon (wali yang kelihatan), sebagaimana dikutip tabloid Posmo.

Menurut Ki Agem Cemeng, Gus Dur wafat pukul 18 menit ke-45. Tanggal 30 bulan 12, tahun 09. Kalau diamati semua, jika angka tersebut dikalikan angka itu sendiri, jumlahnya adalah 9. Coba kita hitung:

Baca Juga:

18 x 18 = 324

3 + 2 + 4 = 9

45 x 45 = 2025

2 + 0 + 2 + 5 = 9

30 x 30 = 900

9 + 0 + 0 = 9

12 x 12 = 144

1 + 4 + 4 = 9

09 x 09 = 81

8 + 1 = 9

Kalau semuanya dikalikan jumlahnya juga 9:

18 x 45 x 30 x 12 x 09 = 2624400

2 + 6 + 2 + 4 + 4 + 0 + 0 = 18

1 + 8 = 9

“Apakah jumlah hitungan itu hanya kebetulan?” tanya Ki Agem Cemeng, “Saya yakin Allah Swt. telah menunjukkan rahmat dan kekuasaan-Nya dengan mengambil Gus Dur ke pangkuannya”, pungkasnya.

Surah al-Kahfi

Lalu ada apa dengan jam 18.45? bagaimana kalau dihubungkan dengan al-Qur’an? Coba kita lihat surah ke-18 dan ayat ke-45, “Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al-Kahfi {18}: 45)

Baca Juga:

Kehidupan dunia ini diibaratkan air hujan yang turun dari langit dan memberi kesejukan atau perdamaian di bumi. Kemudian akan kembali lagi ke sisi Allah dengan kuasa-Nya.

Segoro

Menurut hitungan Jawa, kematian Gus Dur pukul 18.45 sudah masuk hari Kamis Pon. Kamis 8, Pon 7, jumlahnya 15. Kalau dihitung lagi, jatuh pada hitungan “segoro”. Karena Gus Dur milik bangsa, maka bangsa dan negara dalam situasi makmur dan aman (segoro). Yang jelas, wafat yang jatuh pada hitungan segoro itu orang yang ditinggikan akan aman (baik pemerintahan maupun keluarganya).

Sang Wali

Benarkah Gus Dur seorang wali? Jauh sebelum wafat, Ki Agem Cemeng telah menulis di Posmo dalam beberapa edisi bahwa Gus Dur adalah wali katon. Menurut Ki Agem Cemeng, sepak terjang Gus Dur benar-benar telah menunjukkan syarat seorang wali. Ucapannya menjadi pelajaran bagi siapa pun yang mau mempelajarinya, tidak pernah sakit hati meski sering kali disakiti. Tidak takut kepada manusia, apalagi pemerintah.

Baca Juga:

“Gus Dur, jelas sosok waliyullah”, tegasnya. Bahkan jauh sebelumnya, dalam serat Jongki Joyoboyo disebutkan bahwa akan muncul di Tanah Jawa orang yang tidak bisa melihat, tetapi mampu menghitung bintang, tidak bisa berjalan, tetapi mampu mengelilingi dunia, dan orang ini yang akan mengadakan penataan, pemerataan, dan pembaharuan.

Jika dilihat dari sudut pandang itu, maka tingkatan Gus Dur bukan hanya wali, tetapi sulthanul aulia (pemimpinnya para wali) yang muncul dari tanah Jawa abad ini.

Gus Dur juga pernah dinobatkan sebagai Mursyid Tarekat Qadiriyah se-Asia Tenggara, namun ditolaknya. Hal itu bisa dimaklumi karena Gus Dur milik semua umat dan golongan. (ir/kuliahislam)

 

Sumber : Achmad Mukafi Niam dan Syaifullah Amin, Bukti-Bukti Gus Dur itu Wali, Renebook 2014