Inilah Dalil-Dalil Aqli Tentang Ilmu (3) – Ihya’ Ulumuddin

Inilah Dalil-Dalil Aqli Tentang Ilmu (3) – Ihya’ Ulumuddin

Lanjutan Dalil-Dalil Aqli/Akal Bagian 2

احدها اصول لا قوام للعلم دونها وهى اربعة الزراعة وهى للمطعم والحياكة وهى للملبس والبناء وهو للمسكن والسياسة وهى للتأليف والاجتماع والتعاون على اسباب المعيشة وضبطها

  1. Pokok, yang mana tanpa pokok ini dunia tidak mempunyai penegak. Dan itu ada empat bagian:
  • Pertanian untuk pangan.
  • Pertenunan/perajutan untuk sandang.
  • Bangunan untuk papan/tempat tinggal.
  • Politik untuk menghimpun, kemasyarakatan dan tolong menolong untuk sebab-sebab kehidupan dan menstabilkannya.

Baca Juga :

الثانى ما هى مهيئة لكل واحدة من هذه الصناعات وخادمة لها كالحدادة فانها تخدم الزراعة وجملة من الصناعات باعداد آلاتها كالحلاجة والغزل فانها تخدم الحياكة باعداد عملها.

  1. Sesuatu yang menyiapkan dan melayani bagi masing-masing pekerjaan itu, seperti perindustrian besi atau baja, dimana perindustrian ini melayani pertanian dan pertenunan dengan menyiapkan alat-alatnya seperti membersihkan kapas dari bijinya dan memintalnya. Dan itu melayani pertenunan atau perajutan dengan menyiapkan pekerjaannya.

الثالث ماهى متممة للأصول ومزينة كالطحن والخبز للزراعة وكالقصارة والخياطة للحياكة وذلك بالإضافة الى قوام امر العالم الأرضى مثل أجزاء الشخص بالإضافة الى جملته فانها ثلاثة اضرب ايضا إما أصول كالقلب والكبد والدماغ وإما خادمة لها كالمعدة والعروق والشرايين والأعصاب والأوردة وأما مكملة لها ومزينة كالأظفار والأصابع والحاجبين

  1. Sesuatu yang menyempurnakan pokok dan menghiasinya, seperti penggilingan dan perotian, dan menggunting dan menjahit kain bagi pertenunan. Demikian itu bila dinisbatkan kepada penegak urusan dunia bumi seperti bagian-bagian seseorang bila dinisbatkan kepada keseluruhannya. Dan itu ada tiga macam juga yaitu:
  • Adakalanya pokok seperti jantung, hati dan otak.
  • Adakalanya pelayannya (jantung, hati dan otak) seperti perut, urat, urat syaraf, otot-otot dan pembuluh darah.
  • Dan adakalanya penyempurna dan penghias baginya seperti kuku, jari-jari dan bulu kening.

واشرف هذه الصناعات اصولها واشرف اصولها السياسة لتأليف والإستصلاح ولذلك تستدعى هذه الصناعة من الكمال فيمن يتكفل بها مالا يستدعيه سائر الصناعات ولذلك يستخدم لامحالة صاحب هذه الصناعة سائر الصناع

Yang paling mulia dari pekerjaan-pekerjaan ini adalah pokoknya. Yang termulia dari pokok-pokoknya adalah politik untuk menghimpun dan memperbaiki. Oleh karena itu, pekerjaan ini menuntut kesempurnaan dari orang yang menanganinya akan sesuatu yang  tidak dituntut oleh seluruh pekerjaan yang lain. Oleh karena itu, pemilik pekerjaan ini mempergunakan seluruh pekerja yang lain.

Baca Juga :

والسياسة فى استصلاح الخلق وارشادهم الى الطريق المستقيم المنجى فى الدنيا والآخرة على اربع مراتب

Politik perbaikan manusia dan menunjukkan mereka ke jalan yang lurus dan menyelamatkan di dunia dan akhirat itu atas empat tingkat, yaitu:

الأولى وهى العليا سياسة الأنبياء عليهم السلام وحكمهم على الخاصة والعامة جميعا فى ظاهرهم وباطنهم

Yang pertama dan itu yang tertinggi adalah politik para Nabi as dan hukum mereka atas golongan khusus dan umum mengenai lahir dan batin mereka.

والثانية الخلفاء والملوك والسلاطين وحكمهم على الخاصة والعامة جميعا ولكن على ظاهرهم لا على باطنهم

Yang kedua para khalifah, para raja dan sultan, dan hukum mereka atas golongan khusus dan umum mengenai lahir mereka, bukan batin mereka.

والثالثة العلماء بالله عز وعز وبدينه الذين هم ورثة الأنبياء وحكمهم على باطن الخاصه فقط ولايرتفع فهم العامة على الاستفادة منهم ولاتنتهى قوتهم الى التصرف فى ظواهرهم بالالزام والمنع والشرع

Yang ketiga adalah para ulama yaitu orang-orang yang mengetahui tentang Allah dan agama-Nya, yang mana mereka adalah pewaris para nabi, dan hukum mereka atas batin golongan khusus saja. Sedangkan golongan umum tidak dapat memahami untuk mengambil faidah dari mereka.

Baca Juga :

Dan kekuatan para ulama tidak sampai kepada pengurusan lahir golongan umum dengan menyuruh, melarang dan mengundangkan.

والرابعة الوعاظ وحكمهم على بواطن العوام فقط

Yang keempat adalah tukang nasihat dan hukum mereka atas batin golongan umum saja. (ir/kuliahislam)

Baca Selanjutnya Ke : Bagian 4 –> –> –>

Sumber : Ihya’ Ulumuddin Juz 1 Halaman 13-14, Daru Ihya’