Inilah Dalil-Dalil Aqli Tentang Ilmu (2) – Ihya’ Ulumuddin

Inilah Dalil-Dalil Aqli Tentang Ilmu (2) – Ihya’ Ulumuddin

Lanjutan Dalil-Dalil Aqli/Akal Bagian 1

والذى يطلب لذاته ولغيره فكسلامة البدن فان سلامة الرجل مثلا مطلوبة من حيث انها سلامة للبدن عن الألم ومطلوبة للمشى بها والتوصل الى المآرب والحاجات

Adapun sesuatu yang dicari untuk dzatnya dan selainnya adalah seperti keselamatan tubuh, karena keselamatan tubuh misalnya itu dicari dari segi bahwa itu adalah keselamatan tubuh dari sesuatu yang menyakitkan dan dicari untuk dapat berjalan dan sampai kepada tujuan-tujuan dan kebutuhan-kebutuhan.

وبهذا الاعتبار اذا نظرت الى العلم رأيته لذيذا فى نفسه غيكون مطلوبا لذاته ووجدته وسيلة الى دار الأخرة وسعادتها وذريعة الى القرب من الله تعالى ولا يتوصل اليه الا به

Baca Juga :

Dan dengan i’tibar ini, apabila kamu memandang kepada ilmu maka kamu melihatnya nikmat pada dzatnya, maka ilmu itu dicari karena dzatnya, dan kamu menjumpai ilmu sebagai perantaraan ke perkampungan akhirat, kebahagiaannya dan jalan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Dan tidaklah sampai kepada-Nya kecuali dengan ilmu.

وأعظم الأشياء رتبة فى حق الآدمى السعادة الأبدية وافضل الأشياء ما هو وسيلة اليها الا بالعلم والعمل ولايتوصل الى العمل الا بالعلم بكيفية العمل

Seagung-agungnya tingkat sesuatu dalam hak Adami adalah kebahagiaan yang abadi, dan seutama-utama sesuatu adalah sesuatu yang menjadi perantaraan kepadanya. Dan tidak akan sampai kepadanya kecuali dengan ilmu dan amal. Dan tidak akan sampai kepada amal kecuali dengan ilmu tentang cara mengamalkan.

فأصل السعادة فى الدنيا والآخرة هو العلم فهو إذن افضل الأعمال وكيف لا وقد تعرف فضيلة الشيئ ايضا بشرف ثمرته وقد عرفت ان ثمرة العلم القرب من رب العالمين والالتحاق بإفق الملائكة ومقارنة الملأ الأعلى هذا فى الأخرة

Pangkalnya kebahagiaan di dunia dan akhirat adalah ilmu. Jika demikian, maka ilmu itu adalah seutama-utama amal. Bagaimana tidak, sedangkan kamu mengetahui juga bahwa keutamaan sesuatu itu dengan kemuliaan buahnya.

Dan anda mengetahui bahwa buah ilmu adalah dekat kepada Alah, Tuhan semesta alam, menyusul ketinggian malaikat dan bersamaan dengan kelompok yang tertinggi. Ini di akhirat.

Baca Juga :

وأما فى الدنيا فالعز والوقار ونفوذ الحكم على الملوك ولزوم الاحترام فى الطباع حتى إن أغبياء الترك وأجلاف العرب يضادفون طباعهم مجبولة على التوقير لشيوخهم لاختصاصهم بمزيد علم مستفاد من التجربة بل البهيمة بطبعها توقر الإنسان لشعورها بتمييز الإنسان بكمال مجاوز لدرجتها.

Dan adapun di dunia, maka kemuliaan pengaruh dan pelaksanaan pemerintahan itu ditangan raja-raja (termasuk Presiden dan kepala pemerintahan yang lain) dan tetapnya penghormatan menurut naluri. Sehingga orang-orang Turki yang kaya dan orang-orang Arab yang kasar naluri mereka tertarik untuk menghormat syekh (pimpinan) mereka karena kekhususan syekh-syekh mereka dengan tambahan ilmu yang diperoleh dari pengalaman. Bahkan binatang itu secara naluri menghormat manusia karena binatang itu merasakan keutamaan manusia dengan kesempurnaan yang melebihi derajat binatang.

هذه فضيلة العلم مطلقا ثم تختلف العلوم كما سيأتى بيانه وتتفاوت لا محالة فضائلها بتفاوتها واما فضيلة التعليم والتعلم فظاهرة مما ذكرناه

Ini adalah keutamaan ilmu secara mutlak. Kemudian ilmu itu berbeda-beda sebagai mana penjelasan yang akan datang. Dan pastilah keutamaan-keutamaannya berbeda disebabkan perbedaan ilmu-ilmu itu. Dan keutamaan belajar dan mengajar itu jelas dari apa yang telah kami sebutkan itu.

فان العلم اذا كان افضل الأمور كان تعلمه طلبا للأفضل فكان تعليمه افادة للأفضل وبيانه ان مقاصد الخلق مجموعة فى الدين والدنيا

Sesungguhnya apabila ilmu itu seutama-utama urusan, maka mempelajarinya itu dituntut bagi yang lebih utama itu. Maka mengajarkannya itu memberi faidah bagi sesuatu yang lebih utama. Jelasnya maksud-maksud manusia itu tergabung didalam agama dan dunia.

ولا نظام للدين الا بنظام الدنيا فان الدنيا مزرعة للآخر وهى الآلة الموصلة الى الله عز وجل لمن اتخذها آلة ومنزلا لا لمن يتخذها مستقرا ووطنا

Baca Juga :

Agama tidak teratur kecuali dengan teraturnya dunia, karena sesungguhnya dunia itu adalah ladang bagi akhirat. Dunia itu adalah alat yang menyampaikan kepada Allah Azza Wa Jalla bagi orang yang mengambilnya (dunia) sebagai alat persinggahan, bukan bagi orang yang menjadikannya (dunia) sebagai tempat menetap dan tanah air.

وليس ينتظم امر الدنيا الا بالأعمال الآدميين واعمالهم وحرفهم وصناعاتهم تنحصر فى ثلاثة أقسام

Dan urusan dunia itu tidaklah teratur kecuali dengan amal-amal anak Adam. Amal-amal, pekerjaan dan usaha mereka itu terbatas pada tiga hal, yaitu: Baca Selanjutnya Ke : Bagian 3 –> –> –>

(ir/kuliahislam)

 

Sumber : Ihya’ Ulumuddin Juz 1 Halaman 13, Daru Ihya’