Inilah Dalil-Dalil Aqli Tentang Ilmu (1) – Ihya’ Ulumuddin

Inilah Dalil-Dalil Aqli Tentang Ilmu (1) – Ihya’ Ulumuddin

Dalil-Dalil Aqli/Akal Bagian 1

فى الشواهد العقلية

Dalil-dalil aqli/akal

اعلم ان المطلوب من هذا الباب معرفة فضيلة العلم ونفاسته ومالم تفهم الفضيلة فى نفسها ولم يتحقق المراد منها لم يمكن ان تعلم وجودها صفة للعلم او لغيره من الخصال

Ketahuilah, bahwa yang dicari (dimaksud) pada bab ini adalah mengetahui keutamaan dan keindahan ilmu. Selama belum dipahami keutamaan itu sendiri dan maksud dari padanya itu belum terwujud maka tidak mungkin adanya itu diketahui sifat ilmu atau lainnya dari perihal itu.

Baca Juga :

فلقد ضل عن الطريق من طمع ان يعرف ان زيدا حكيم ام لا وهو بعد لم يفهم معنى الحكمة وحقيقتها

Sungguh tersesat dari jalan ini, orang yang ingin mengetahui bahwa Zaid itu filosof atau bukan pada hal ia belum mengetahui makna dan hakikat filsafat.

والفضيلة مأخوذة من الفضل وهى الزيادة فاذا تشارك شيئان فى امر واحتص احدهما بمزيد يقال فضله وله الفضل عليه مهما كانت زيادته فيما هو كمال ذلك الشيئ

Fadhilah (keutamaan) diambil dari kata fadhl (utama) yaitu ziyadah (tambahan). Apabila ada dua hal bersekutu dalam satu urusan dan salah satu dari keduanya itu mempunyai kekhususan dengan suatu tambahan maka dikatakan itu kelebihannya, ia mempunyai keutamaan atasnya (pihak lain) betapapun kelebihannya mengenai sesuatu yang merupakan kesempurnaan benda itu.

كما يقال الفرس افضل من الحمار بمعنى أنه يشاركه فى قوة الحمل ويزيد عليه بقوة الكر والفر وشدة العدو وحسن الصورة

Sebagaimana dikatakan ‘kuda itu lebih utama daripada keledai’ dengan pengertian kuda itu bersekutu dengan keledai dalam kekuatan membawa  dan kuda itu melebihi keledai dengan kekuatan berbalik dan maju, kencang lari dan baik rupa.

فلو فرض حمار اختص بسلعة زائدة لم يقل انه افضل لأن تلك زيادة فى الجسم ونقصان فى المعنى وليست من الكمال فى شيئ والحيوان مطلوب لمعناه وصفاته لا لجسمه

Seandainya diperkirakan keledai itu mempunyai kekhususan dengan punuk (daging di tengkuk) yang berlebih maka tidak dikatakan bahwa keledai itu lebih utama karena punuk yang berlebih itu tambahan di tubuh, namun kekurangan dalam arti, dan itu sama sekali tidak termasuk kesempurnaan, karena hewan itu dicari karena arti dan sifatnya, bukan tubuhnya.

Baca Juga :

فاذا فهمت هذا لم يخف عليك ان العلم فضيلة ان اخذته بلإضافة الى سائر الأوصاف كما ان للفرس فضيلة ان اخذته بلإضافة الى سائر الحيوانات بل شدة العدو فضيلة فى الفرس وليست فضيلة على الإطلاق

Apabila kamu telah memahami ini maka tidak samar atasmu bahwa ilmu itu adalah keutamaan jika dibandingkan dengan seluruh sifat-sifat yang lain sebagaimana kuda itu mempunyai keutamaan jika dibandingkan kepada seluruh hewan lainnya. Bahkan kencangnya lari itu adalah keutamaan pada kuda, namun bukan keutamaan secara mutlak.

والعلم فضيلة فى ذاته وعلى الإطلاق من غير اضافة فانه وصف كمال الله سبحانه وبه شرف الملائكة والأنبياء بل الكيس من الخيل خير من البليد فهى فضيلة على الإطلاق من غير اضافة

Adapun ilmu adalah keutamaan pada dzatnya secara mutlak tanpa dibandingkan karena ilmu itu adalah sifat kesempurnaan Allah Yang Maha Suci. Dan dengan ilmu malaikat dan para Nabi menjadi mulia. Bahkan kuda yang cerdik itu lebih baik dari pada kuda yang dungu. Maka itu merupakan keutamaan secara mutlak tanpa dibandingkan.

واعلم ان الشيئ النفيس المرغوب فيه ينقسم الى ما يطلب لغيره والى ما يطلب لذاته والى ما يطلب لغيره ولذاته جميعا

Dan ketahuilah bahwa sesuatu yang indah dan disenangi itu terbagi atas:

  • Sesuatu yang dicari untuk selainnya,
  • Sesuatu yang dicari karena dzatnya,
  • Sesuatu yang dicari untuk lainnya dan karena dzatnya.

Baca Juga :

فما يطلب لذاته اشرف وافضل مما يطلب لغيره والمطلوب لغيره الدراهم والدنانير فانهما حجران لا منفعة لهما ولولا ان الله سبحانه وتعالى يسر قضاء الحاجات بهما لكانا والحصباء بمثابة واحدة

Maka sesuatu yang dicari karena dzatnya itu adalah lebih mulia dan lebih utama dari pada apa yang dicari untuk selainnya. Yang dicari untuk selainnya yaitu dirham dan dinar, karena keduanya batu, tidak ada manfaatnya. Seandainya Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi tidak memudahkan penunaian kebutuhan dengan keduanya niscaya keduanya satu kedudukan dengan kerikil.

والذى يطلب لذاته فالسعادة فى الآخرة ولذة النظر لوجه الله تعالى

Dan sesuatu yang dicari karena dzatnya adalah kebahagiaan di akhirat dan kelezatan melihat Dzat Allah Ta’ala. (ir/kuliahislam)

Baca Selanjutnya Ke : Bagian 2 –> –> –>

Sumber : Ihya’ Ulumuddin Juz 1 Halaman 13, Daru Ihya’