Hukum Menggosok Gigi Dengan Pasta Gigi (Odol)

Hukum Menggosok Gigi Dengan Pasta Gigi (Odol)

Gosok Gigi Saat Berpuasa

Sering kita temui, ketika seseorang bersiwakan atau menggosok gigi, alat siwak atau sikat giginya dibasahi dengan air. Dalam hal ini sangat rawan sekali, air bekas basuhan alat siwak atau sikat gigi tersebut ikut tertelan bersamaan dengan ludah.

Pertanyaan :

  • Apakah hal yang demikian dapat membatalkan puasa ?

Jawaban :

  • Batal, jika air yang digunakan untuk membasahi siwak atau sikat gigi tersebut ikut tertelan.

Referensi :

  • حاشية الجمل الجزء الثاني : ٢٣٠

Baca Juga :

Hukum Masuknya Dahak Ke Dalam Perut

Seseorang yang terserang penyakit flu, biasanya hidung tersumbat akibat banyaknya dahak di dalamnya. Terkadang dahak tersebut tertelan dengan sendirinya karena sulitnya untuk menahan agar tidak tertelan.

Pertanyaan :

  • Batalkah puasa seseorang yang di rongga hidungnya terdapat dahak, kemudian masuk ke dalam perutnya ?

Jawaban :

  • Batal, jika ia mampu mengeluarkan sebelum masuk ke perutnya.
  • Dan tidak batal, bila ia tidak mampu mengeluarkannya.

Referensi :

  • كفاية الأخيار الجزء الأول : ٢٠٥

Hukum Masuknya Debu Ke Mulut

Ketika musim kemarau tiba, biasanya debu halus berterbangan kemana-mana akibat tiupan angin yang lumayan kencang, lebih-lebih di daerah yang tanahnya tandus.

Pertanyaan :

  • Apakah masuknya debu ke dalam mulut dapat membatalkan puasa ?

Jawaban :

  • Tidak batal, asalkan tidak disengaja. Namun bila disengaja, seperti membuka mulutnya, maka terjadi perbedaan pendapat, menurut qaul Ashah (yang lebih kuat) tetap tidak batal.

Referensi :

  • المجموع الجزء السادس : ٣٥٨

Air Masuk Ke Telinga Saat “MANDI BESAR”

Sepasang suami istri di malam bulan ramadhan melakukan hubungan intim. Anehnya pada saat waktu sahur, mereka tidak langsung mandi besar akan tetapi menunggu waktu subuh tiba. Akibatnya, saat mereka mandi besar telinganya kemasukan air, sementara mereka dalam keadaan puasa.

Pertanyaan :

  • Apakah telinga yang kemasukan air ketika mandi besar dapat membatalkan puasa ?

Jawaban :

  • Tidak membatalkan puasa.

Referensi :

  • الفتاوى الفقهية الكبرى الجزء الثانى : ٧٤

Hukum Air Yang Tertelan Akibat Berkumur

Berkumur ketika berwudhu hukumnya adalah sunnah, baik bagi orang puasa maupun tidak.

Pertanyaan :

  • Bagaimanakah hukum puasa seseorang ketika berkumur ada air yang terlanjur masuk ke dalam perutnya ?

Jawaban :

  • Tidak batal, jika tidak dilakukan dengan berlebihan. Namun, apabila dilakukan secara berlebihan, maka dapat membatalkan puasa.

Referensi :

  • تحفة المحتاج في شرح المنهاج الجزء الثالث : ٤٠٧

Baca Juga :

Hukum Memasukkan Anus Bagi Penderita Ambeyen

Seseorang penderita penyakit ambeyen mudah sekali anusnya keluar, lebih-lebih di saat membuang air besar. Sementara anus yang telah keluar, sulit masuk kedalam lagi, kecuali ada upaya bantuan dengan tangannya sendiri.

Pertanyaan :

  • Batalkah puasa seseorang yang memasukkan bagian anusnya yang keluar ?

Jawaban :

  • Tidak batal, namun menurut Imam Nawawi Banten itu bisa membatalkan puasa.

Referensi :

  • تحفة المحتاج في شرح المنهاج الجزء الثالث : ٤٠٤

Hukum Menyentuh Anus Bagi Orang Puasa

Beristinja’ harus dilakukan dengan maksimal supaya kotoran dapat benar-benar dibersihkan. Di sisi lain, bagi orang yang berpuasa masuknya jari ke rongga dubur dapat membatalkan puasa.

Pertanyaan :

  • Sebatas mana masuknya jari ke rongga dubur dapat membatalkan puasa ?

Jawaban :

  • Ketika jari-jari masuk ke bagian dalam anus. Jika hanya menyentuh permukaan anus, maka tidak membatalkan puasa.

Referensi :

  • الفتاوى الفقهية الكبرى الجزء الثانى : ٧٤

Dampak Tidak Gosok Gigi Sehabis Sahur

Kang Burhan sehabis sahur langsung tidur lagi tanpa terlebih dahulu menggosok gigi. Akibatnya, sisa-sisa makanan masih terselip di antara sela-sela gigi-giginya. Di siang hari, sisa-sisa makanan tersebut ada yang terbawa ketika menelan air ludahnya.

Baca Juga :

Pertanyaan :

  1. Apakah puasa Kang Burhan batal dalam kasus di atas ?
  2. Wajibkah bagi Kang Burhan menggosok gigi pada malam harinya, supaya mulut dalam keadaan bersih ketika berpuasa ?

Jawaban :

  1. Batal, jika pada saat menelan ludahnya ia mampu mengeluarkan sisa makanan tersebut.
  2. Tidak wajib, namun hal itu sangat di anjurkan.

Referensi :

  • الفتاوى الرملي الجزء الثانى : ٧٢
  • نهاية المحتاج الى شرح المنهاج الجزء الثالث : ١٧٢

(ir/kuliahislam)

 

Sumber : Menyingkap Problematika Umat, Kang Santri, Lirboyo Press 2009