Gus Dur Sudah Tahu Akan Jadi Presiden

Gus Dur Sudah Tahu Akan Jadi Presiden

Mantan Otonomi Daerah Ryaas Rasyid punya pengalaman menarik dengan almarhum Gus Dur. Saat gonjang-ganjing politik meningkat di akhir masa Presiden BJ. Habibie, Ryaas dalam sebuah perbincangan dengan Gus Dur diberi tahu kalau cucu pendiri NU itu bakal menjadi presiden.

Mendengar penjelasan itu, Ryaas sontak kaget dan tidak percaya. Kekagetannya malah menjadi-jadi ketika diceritakan kalau Gus Dur bakal terpilih menjadi presiden setelah mendapat petunjuk dari Tuhan.

Ryaas seketika mengucapkan argumen kalau setelah era Nabi Muhammad Saw. wafat, tidak ada lagi percakapan langsung antara Tuhan dengan manusia. Mendengar jawaban itu, langsung saja Gus Dur menegaskan kalau pesan itu datang dari langit.

“Tapi, tidak lama kemudian dia benar terpilih menjadi presiden menggantikan Pak Habibie”, ujar Ryaas dalam acara Mengenang Dua Tahun Wafatnya  Gus Dur di rumah dinas Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD saat itu, di kompleks Widya Candra.

Baca Juga:

Selain dia, hadir juga dalam acara itu Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj, mantan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tanjung, Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifudin, mantan Menteri Perdagangan Luhut Panjaitan, teman dekat Gus Dur sekaligus tokoh Muhammadiyah Muslim Abdurrahman, serta para politisi dan pejabat negara era Presiden Gus Dur.

Gus Dur Menebak Jatuhnya Soeharto

Bukan hanya soal dirinya akan menjadi presiden yang dikemukakan Gus Dur kepada orang-orang tertentu. Setahun sebelum jatuhnya Soeharto, Gus Dur juga sudah mengatakan dengan yakin bahwa sang presiden akan jatuh.

Prof. A. Mukthie Fadjar, Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Brawijaya Malang pernah bercerita juga bahwa ketika bertemu dengan Gus Dur di Kediri pada tahun 1997, ia dititipi pesan untuk disampaikan kepada Malik Fadjar, kakaknya.

Baca Juga:

Saat itu, Malik Fadjar menjabat sebagai Direktur Jenderal di Departemen Agama. “Sampaikan pada Pak Malik Fadjar agar tidak usah dekat-dekat dengan Pak Harto. Sebentar lagi Pak Harto itu akan jatuh”, ujar Gus Dur.

Demikian pesan Gus Dur seperti ditirukan Mukthie Fadjar kepada Mahfud MD, saat sama-sama menguji kandidat doktor di Universitas Padjadjaran, Bandung. Terbukti, penguasa Orde Baru ini jatuh karena gelombang protes mahasiswa yang membawa angin perubahan melalui reformasi.

Setelah Soeharto tumbang, isyarat Gus Dur bahwa dia akan menjadi presiden juga diakui oleh beberapa tokoh Muhammadiyah. Di antara tokoh Muhammadiyah yang pernah menyaksikan sisi linuwih Gus Dur adalah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. A. Syafi’i Maarif dan Mukthie Fadjar, sebagaimana disampaikan Mahfud MD dalam bukunya Setahun Bersama Gus Dur: Kenangan Menjadi Menteri di Saat Sulit.

Mahfud menuturkan, Syafi’i Maarif pernah menulis di harian Kedaulatan Rakyat, menceritakan bahwa pada awal Juni 1999, Gus Dur sudah pernah mengatakan kepadanya bahwa dia akan menjadi presiden dan menjanjikan akan memberi sejumlah kursi di kabinet kepada orang-orang Muhammadiyah.

Baca Juga:

Saat itu, Syafi’i Maarif menjawab sambil bercanda bahwa jika Gus Dur menjadi presiden, Muhammadiyah tidak akan minta jatah kursi kabinet. Syafi’i Maarif menceritakan percakapannya dengan Gus Dur itu beberapa waktu setelah Gus Dur benar-benar menjadi presiden.

Meskipun di depan publik NU dan Muhammadiyah sering dianggap berseberangan, tapi faktanya di antara tokoh dan petingginya sendiri terjalin keakraban dengan menghormati perbedaan pendangan masing-masing. (ir/kuliahislam)

 

Sumber : Achmad Mukafi Niam dan Syaifullah Amin, Bukti-Bukti Gus Dur itu Wali, Renebook 2014