Gus Dur Mempunyai Ketahanan Fisik Yang Luar Biasa

Gus Dur Mempunyai Ketahanan Fisik Yang Luar Biasa

Ketahanan Fisik Yang Luar Biasa

Sebagai tokoh nasional, Gus Dur tak henti-hentinya menerima undangan dari masyarakat yang rindu bertemu dan menerima wejangannya. Dia tidak pernah menolak undangan atau kunjungan tulus dari umat yang kebingungan menghadapi berbagai persoalan.

Suatu saat, Yahya Tsaquf, keponakan Gus Mus diajak menemani perjalanan Gus Dur di Medan. Di sela-sela acara utama, Gus Dur tak henti-hentinya menerima tamu atau masyarakat yang sekadar ingin bersalaman. Ini sudah hal yang biasa baginya. Tak ada protokoler ketat, semua orang bisa bertemu dan menyapanya.

Selesai di Medan, perjalanan dilanjutkan ke Padang pukul 20.00. Padahal, Gus Dur sudah ditunggu masyarakat di beberapa tempat sehingga harus singgah sampai di enam tempat. Perjalanan yang harusnya cepat menjadi molor karena acara di suatu tempat kadang kala tidak bisa diduga panjang-pendeknya. Mereka baru sampai di Padang pukul 13.30.

Setelah semuanya selesai, mereka terbang menuju Jakarta dan Gus Dur tidak pulang ke rumahnya, tetapi langsung menunggu pesawat untuk pergi ke Barcelona, Spanyol. “Saya pulang dan ambruk sakit selama seminggu setelah perjalanan ini”, ujar Yusuf Tsaquf.

Baca Juga:

Ia tidak tahu energi apa yang dimiliki Gus Dur. Sudah kena stroke selama beberapa kali, tetapi masih kuat pergi ke mana-mana. Ia yang masih muda saja kalah jauh soal tenaga fisik.

Modal Bikin Pabrik Kecap Diserahkan Kyai

Bila anda datang ke tempat Gus Dur, Anda akan diterima dengan baik. Jika butuh saran dan nasehat, ia akan memberi masukan. Bahkan, jika membutuhkan uang untuk keperluan umat, ia tak segan-segan memberikan apa yang dimilikinya, meskipun secara pribadi ia sangat membutuhkan.

Begitulah ciri umum para kyai, siap didatangi kapan saja untuk menerima keluh kesah umat. Akan tetapi, pengorbanan yang dilakukan Gus Dur melampaui prestasi rata-rata para kyai sehingga penghormatan yang diberikan kepadanya pun jauh lebih tinggi. Apalagi dengan sejumlah karamah yang dimilikinya, umat menyebutnya wali.

Nasihin Hasan, teman akrab Gus Dur dalam aktifitas LSM, memiliki kisah yang bisa menjadi teladan tentang pengorbanan Gus Dur. Tahun 1980-an, mereka berdua bergiat di LSM Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat. (P3M). Untuk beraktifitas, Gus Dur kala itu sudah memiliki sebuah mobil merek Citroen kecil warna merah, yang sering kali ditaruh di kantor P3M.

Baca Juga:

Suatu ketika, Gus Dur berencana meningkatkan kesejahteraan keluarga. Maklum, ada istri dan sejumlah anak yang harus diberi nafkah sehari-hari. Kebutuhan sekolah anak-anak juga semakin hari semakin tinggi.

Usaha yang digagas adalah mendirikan pabrik kecap. Sayangnya, biaya investasi awalnya belum mencukupi. Lalu muncullah ide untuk melego mobil merah itu. Nasihin menuturkan, ia diminta bantuan Gus Dur untuk menjualkan.

Setelah ditawarkan ke sana-sini, beberapa bulan kemudian, terjuallah Citroen kecil itu dengan harga 3 juta. Maklum, sudah mobil rongsokan. Sinta Nuriyah, istrinya, sudah menunggu-nunggu uangnya agar bisnis bisa segera dimulai.

Singkat cerita, transaksi dilakukan, mobil sudah berpindah tangan digantikan dengan uang segepok yang ditaruh dalam amplop. Uang itu segera diantar ke rumah Gus Dur. “Nggak sampai satu hari, ada seorang kyai datang. Nggak tahu gimana ceritanya, duit dalam amplop yang belum dihitung itu diserahkan semuanya ke kyai itu”, kata Nasihin yang menjadi ketua PP Lakpesdam periode 2004-2010 itu.

Baca Juga:

“Yang kena kan saya, ditanyain Ibu Sinta Nuriyah. ‘Bagaimana rencana bikin pabrik kecapnya?” ceritanya.

Nasihin kebingungan, dan menjawab, “Saya tidak tahu”. Lemaslah mereka berdua, dan bubarlah rencana membikin pabrik kecap yang sudah dirancang dalam waktu lama itu. Tak ada biaya lagi, sementara mobil juga sudah berpindah tangan.

Bagaimana sikap Anda jika menghadapi situasi serupa yang dialami Gus Dur? (ir/kuliahislam)

 

Sumber : Achmad Mukafi Niam dan Syaifullah Amin, Bukti-Bukti Gus Dur itu Wali, Renebook 2014