Gus Dur Di Mata Keluarga (2)

Gus Dur Di Mata Keluarga (2)

Sering Mendatangi Yenny dalam Mimpi

Wali atau bukan, hanya Allah dan sesama wali itu sendiri yang tahu. Tetapi paling tidak, keluarga terdekat bisa menjadi saksi banyak peristiwa luar biasa dari tokoh yang dipercaya sebagai wali itu.

Yenny Wahid, mengaku menyaksikan banyak peristiwa terjadi pada diri bapaknya yang sulit dipahami akal. “Tetapi saya tidak bisa mengatakan lebih dari itu”, katanya saat ditemui penulis dalam acara Pelantikan Ansor NU di Jakarta.

Namun ia mengakui, di antara kemampuan Gus Dur yang tidak dimiliki manusia pada umumnya adalah melihat kejadian-kejadian di masa mendatang yang kemudian diceritakan kepada keluarganya.

“Kalau dulu, beliau sering ngendika (bertutur), beberapa bulan baru kejadian. Banyak hal dan macam-macam. Paling gampang soal bencana alam. Beliau mengatakan, beberapa bulan lagi akan ada gempa bumi, dan betul kejadian. Macam-macamlah”, katanya.

Baca Juga:

Saat ini, setelah Gus Dur wafat, Yenny mengaku masih sering bermimpi bertemu ayahnya. Pengakuan yang sama juga diperoleh Yenny dari teman-teman lama Gus Dur yang merasa sering didatangi dalam mimpi. Menjelang Muktamar NU atau muktamar PKB versi Gus Dur yang digagasnya, ia mengaku bertemu Gus Dur.

“Gus Dur rawuh (datang) di antara teman-teman beliau, bahkan saat akan muktamar PKB, beliau rawuh di beberapa orang, sangat jelas. Ada kyai yang diminta untuk membantu”, katanya.

Yenny merasa, meski sudah wafat, sambung rasa masih terjadi dan Gus Dur masih memerhatikan. “Beliau masih mempunyai kemampuan untuk membantu dan menolong yang masih hidup, saya merasa seperti itu”, ujarnya.

Ia juga menceritakan, saat makam Gus Dur mau ambles, ia bermimpi bertemu ayahnya itu di Mekkah. Namun, tak ada pesan yang secara langsung disampaikan, semuanya harus ditafsirkan sendiri. “Kita mengartikan sendiri, tetapi gambarannya seperti itu. Beliau rawuh atau kadang Cuma ketawa khasnya. Gitu aja”, terangnya.

Baca Juga:

Firasat Meninggal Sebelum Tahun 2010

Yenny Zannuba Arifah Chafsoh Rahman alias Yenny Wahid merupakan putri Gus Dur yang muncul di publik. Ia yang paling banyak mendampingi ayahnya semasa menjabat sebagai presiden, sehingga paling dikenal masyarakat di antara saudara-saudaranya.

Pernikahannya dengan Dhohir Farisi pada 13 Oktober 2009 disambut gembira bukan hanya oleh keluarganya, tetapi juga warga NU. Ribuan orang memberi selamat dalam resepsinya (mulai dari rakyat jelata sampai tokoh-tokoh nasional. Presiden SBY dan Wakilnya Jusuf Kalla menjadi saksi dalam pernikahan tersebut.

Terdapat kisah mengharukan di balik kemeriahan dan kebahagiaan pernikahan tersebut. Yenny, di sebuah acara TV nasional mengungkapkan, saat mereka berdua sudah merasa cocok dan mantap menikah, Dhohir menghadap Gus Dur untuk melamarnya.

Baca Juga:

Sebagai orangtua, Gus Dur sangat gembira putri kesayangannya akan menikah. Yang belum ketemu adalah kesepakatan tanggal pernikahan. Menikah membutuhkan persiapan matang, apalagi dengan keluarga Gus Dur. Karena itu, Dhohir mengusulkan setahun ke depan atau pada tahun 2010.

Di sisi lain, Gus Dur menginginkan pernikahan segera dilakukan. Bahkan, ia meminta pernikahan harus sudah dilakukan sebelum 2010. Akhirnya, disepakati pada Oktober 2009. Permintaan Gus Dur untuk menikahkan Yenny sebelum 2010 itu ternyata ada hikmah yang sangat besar. Ia masih bisa mengantar putrinya ke jenjang pernikahan, karena Gus Dur meninggal 30 Desember 2009, satu hari sebelum pergantian tahun. Yenny merasa sangat beruntung karena menikah masih bisa disaksikan kedua orangtuanya. (ir/kuliahislam)

 

Sumber : Achmad Mukafi Niam dan Syaifullah Amin, Bukti-Bukti Gus Dur itu Wali, Renebook 2014