Larangan Melakukan Itlaf (Perusakan) Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Larangan Melakukan Itlaf (Perusakan) Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Larangan Berbuat Itlaf (Perusakan) Dalam melakukan amar ma’ruf, ada beberapa pihak yang menggunakan cara-cara destruktif seperti perusakan dan pembakaran. Dalam melakukan hal tersebut mereka berdasar pada ayat Alqur’an yang menerangkan tentang Masjid Dhirar : وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مَسۡجِدٗا ضِرَارٗا وَكُفۡرٗا وَتَفۡرِيقَۢا بَيۡنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَإِرۡصَادٗا لِّمَنۡ حَارَبَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ مِن قَبۡلُۚ Artinya : “Dan (di antara orang-orang …

Lanjutkan membaca →

Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Terhadap Pemerintah

Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Terhadap Pemerintah

Hukum Rakyat Sipil Melakukan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Kepada Pemerintah Telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya bahwa pelaksanaan amar ma’ruf nahi mungkar tidak boleh meninggalkan akibat buruk yang lebih besar dari kemungkaran yang hendak dihilangkan. Hal tersebut berdasarkan pada sebuah kaidah fiqih : دَرْءُ الْمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَى جَلْبِ الْمَصَالِحِ “Menghilangkan mafsadat (hal buruk) lebih diutamakan dari …

Lanjutkan membaca →

Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Dengan Menggunakan Cara Yang Arif dan Tidak Gegabah

Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Dengan Menggunakan Cara Yang Arif dan Tidak Gegabah

Cara Yang Arif dan Tidak Gegabah Dalam Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Melakukan amar ma’ruf nahi mungkar harus dengan cara yang produktif dan tidak destruktif. Seorang pelaku amar ma’ruf nahi mungkar tidak boleh kaku dan terkungkung dalam formalitas praktek amar ma’ruf nahi mungkar tetapi lupa akan tujuannya, yakni usaha untuk menghilangkan kemungkaran itu sendiri. Sehingga amar …

Lanjutkan membaca →

Skala Prioritas Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Skala Prioritas Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Prioritas Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Salah satu prinsip terpenting dalam amar ma’ruf nahi mungkar adalah memprioritaskan kemaslahatan dengan tiadanya mafsadat atau akibat buruk dari proses amar ma’ruf nahi mungkar (dar’u al-mafasid muqaddam ‘ala jalb al-mashalih). Oleh karena itu, syarat menghilangkan kemungkaran adalah tidak sampai menimbulkan kemungkaran lain entah itu sama kadar mungkarnya atau bahkan lebih …

Lanjutkan membaca →

Inilah Tahap-Tahap Pengingkaran Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Inilah Tahap-Tahap Pengingkaran Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Maratib al-Inkar Seperti telah dikatakan diatas bahwa sesuai dengan Hadis Nabi Muhammas saw setidaknya ada tiga fase dalam proses ingkar terhadap kemungkaran, yakni inkar bi al-yad, bi al-lisan, dan bi al-qalb. Lantas bagaimanakah urutan dalam melakukannya ? Untuk pengingkaran dengan hati, hal ini diwajibkan bagi semua orang Islam terhadap sebuah kemungkaran. Karena –seperti sabda Nabi- …

Lanjutkan membaca →

Tahap-tahap Mengingkari Kemungkaran Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Tahap-tahap Mengingkari Kemungkaran Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Tahap-tahap Mengingkari Kemungkaran Fase dalam menghilangkan kemungkaran bisa dilihat dari dua sisi. Pertama, darajah al-inkar (kemampuan seseorang dalam ingkar). Maksudnya adalah derajat pengingkaran yang diwajibkan kepada seseorang akan dibedakan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Kedua, maratib al-inkar (urutan dalam melakukan pengingkaran). Maksudnya, dalam melakukan pengingkaran terdapat langkah-langkah yang harus dilalui. Jika kemungkaran bisa di atasi …

Lanjutkan membaca →

Inilah 3 Syarat Kemungkaran Yang Wajib Diingkari Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Inilah 3 Syarat Kemungkaran Yang Wajib Diingkari Dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Syarat Kemungkaran Yang Wajib Diingkari Tidak semua kemungkaran wajib untuk diingkari. Akan tetapi, kemungkaran yang memiliki syarat-syarat tertentu. Ada sedikitnya tiga syarat yang harus dipenuhi : Pertama, kemungkaran harus bersifat majmu’ ‘alaih (telah disepakati). Hal ini didasarkan pada sebuah kaedah fikih : لاَ يُنْكَرُ الْمُخْتَلَفُ فِيْهِ وَلَكِنْ يُنْكَرُ الْمُجْمَعُ عَلَيْهِ “Tidak boleh mengingkari perkara yang …

Lanjutkan membaca →

Inilah Representasi Amar Ma’ruf Nahi Munkar Dari Dakwah

Inilah Representasi Amar Ma’ruf Nahi Munkar Dari Dakwah

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Representasi Dakwah beberapa kalangan menyatakan bahwa amar ma’ruf nahi munkar berbeda dari dakwah. Sehingga, menurut mereka, dalil-dalil dakwah yang menuntut untuk berlaku lembut dalam bersikap seperti ayat berikut : اُدْعُ اِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَ الْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِى هِيَ اَحْسَنُ “Serulah kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan nasihat yang baik …

Lanjutkan membaca →

Inilah Hakikat Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Inilah Hakikat Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Memahami Hakikat Amar Ma’ruf Nahi Munkar Salah satu prinsip terpenting dalam amar ma’ruf nahi munkar adalah memiliki pengetahuan memadai tentang amar ma’ruf nahi munkar bagi pelakunya. Karena amar ma’ruf nahi munkar yang dilakukan tanpa adanya pengetahuan yang memadai akan menimbulkan mafsadat yang lebih besar alih-alih maslahat. Seperti pernyataan Imam Nawawi Banten dalam Syarh Sulam Taufiq …

Lanjutkan membaca →

Inilah Dasar Dan Hukum Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Inilah Dasar Dan Hukum Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Amar ma’ruf nahi munkar adalah salah satu pokok terpenting dalam ajaran Islam. Selain sebagai bentuk dakwah, amar ma’ruf nahi munkar merupakan penyeimbang dalam kehidupan beragama. Sudah maklum bahwa kehidupan beragama akan dianggap berkualitas manakala diiringi ketaatan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah swt. Hal tersebut bisa terwujud dengan maksimal melalui adanya …

Lanjutkan membaca →

Hadhanah – Hak Untuk Mengasuh Anak

Hadhanah – Hak Untuk Mengasuh Anak

Hukum Hadhanah Bagi Seorang Istri ‏( ﻓﺼﻞ ‏) ﻓﻲ ﺃﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﺤﻀﺎﻧﺔ ﻭﻫﻲ ﻟﻐﺔ ﻣﺄﺧﻮﺫﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻀﻦ ﺑﻜﺴﺮ ﺍﻟﺤﺎﺀ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﺠﻨﺐ ﻟﻀﻢ ﺍﻟﺤﺎﺿﻨﺔ ﺍﻟﻄﻔﻞ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﺷﺮﻋﺎ ﺣﻔﻆ ﻣﻦ ﻟﺎ ﻳﺴﺘﻘﻞ ﺑﺄﻣﺮ ﻧﻔﺴﻪ ﻋﻤﺎ ﻳﺆﺫﻳﻪ ﻟﻌﺪﻡ ﺗﻤﻴﻴﺰﻩ ﻛﻄﻔﻞ ﻭﻛﺒﻴﺮ ﻣﺠﻨﻮﻥ‏( ﻭﺇﺫﺍ ﻓﺎﺭﻕ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺯﻭﺟﺘﻪ ﻭﻟﻪ ﻣﻨﻬﺎ ﻭﻟﺪ ﻓﻬﻲ ﺃﺣﻖ ﺑﺤﻀﺎﻧﺘﻪ ‏( ﺃﻱ ﺑﺘﺮﺑﻴﺘﻪ ﺑﻤﺎ ﻳﺼﻠﺤﻪ ﺑﺘﻌﻬﺪﻩ ﺑﻄﻌﺎﻣﻪ …

Lanjutkan membaca →

Istibra – Kebebasan Seorang Wanita

Istibra – Kebebasan Seorang Wanita

Istibra ‏( ﻓﺼﻞ ‏) ﻓﻲ ﺃﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﺎﺳﺘﺒﺮﺍﺀ ﻭﻫﻮ ﻟﻐﺔ ﻃﻠﺐ ﺍﻟﺒﺮﺍﺀﺓ ﻭﺷﺮﻋﺎ ﺗﺮﺑﺺ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺑﺴﺒﺐ ﺣﺪﻭﺙ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﻓﻴﻬﺎ ﺃﻭ ﺯﻭﺍﻟﻪ ﻋﻨﻬﺎ ﺗﻌﺒﺪﺍ ﺃﻭ ﻟﺒﺮﺍﺀﺓ ﺭﺣﻤﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻤﻞ Penjelasan tentang hukum-hukum istibra’ . Istibra’ secara bahasa adalah mencari kebebasan. Dan secara syara’ adalah penantian seorang wanita sebab baru datangnya kepemilikan pada dirinya, atau hilangnya kepemilikan dari …

Lanjutkan membaca →

Masa Iddah Wanita (Wanita Yang Ditinggal Mati Suami)

Masa Iddah Wanita (Wanita Yang Ditinggal Mati Suami)

Macam-Macam Mu’taddah Dan Hukum-Hukumnya ‏( ﻓﺼﻞ ‏) ﻓﻲ ﺃﻧﻮﺍﻉ ﺍﻟﻤﻌﺘﺪﺓ ﻭﺃﺣﻜﺎﻣﻬﺎ (Pasal) menjelaskan mu’taddah (wanita yang menjalankan ‘iddah) dan hukum-hukumnya. Wanita Talak Raj’i ‏( ﻭﻳﺠﺐ ﻟﻠﻤﻌﺘﺪﺓ ﺍﻟﺮﺟﻌﻴﺔ ﺍﻟﺴﻜﻨﻰ ‏) ﻓﻲ ﻣﺴﻜﻦ ﻓﺮﺍﻗﻬﺎ ﺇﻥ ﻻﻕ ﺑﻬﺎ‏( ﻭﺍﻟﻨﻔﻘﺔ ‏) ﻭﺍﻟﻜﺴﻮﺓ ﺇﻟﺎ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﻧﺎﺷﺰﺓ ﻗﺒﻞ ﻃﻠﺎﻗﻬﺎ ﺃﻭ ﻓﻲ ﺃﺛﻨﺎﺀ ﻋﺪﺗﻬﺎ ﻭﻛﻤﺎ ﻳﺠﺐ ﻟﻬﺎ ﺍﻟﻨﻔﻘﺔ ﻳﺠﺐ ﻟﻬﺎ ﺑﻘﻴﺔ …

Lanjutkan membaca →

Hukum Menafkahi Orang Tua Dan Anak

Hukum Menafkahi Orang Tua Dan Anak

Nafkah ‏( ﻓﺼﻞ ‏) ﻓﻲ ﺃﺣﻜﺎﻡ ﻧﻔﻘﺔ ﺍﻟﺄﻗﺎﺭﺏ ﻭﻓﻲ ﺑﻌﺾ ﻧﺴﺦ ﺍﻟﻤﺘﻦ ﺗﺄﺧﻴﺮ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻔﺼﻞ ﻋﻦ ﺍﻟﺬﻱ ﺑﻌﺪﻩ ﻭﺍﻟﻨﻔﻘﺔ ﻣﺄﺧﻮﺫﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺈﻧﻔﺎﻕ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﺈﺧﺮﺍﺝ ﻭﻟﺎ ﻳﺴﺘﻌﻤﻞ ﺇﻟﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺨﻴﺮ Penjelasan hukum-hukum nafakah kerabat. Di dalam sebagian redaksi matan fasal ini diakhirkan dari fasal setelahnya. Lafadz “an nafaqah” itu diambil dari lafadz “al infaq”, dan artinya …

Lanjutkan membaca →