7 Sikap Kedurhakaan Istri Dalam Hal Perbuatan (3)

7 Sikap Kedurhakaan Istri Dalam Hal Perbuatan (3)

Yang Wajib Diketahui Oleh Seorang Istri

Lanjutan Sebelumnya ;

  1. Menghancurkan Hubungan Baik Antara Suami Dengan Istrinya

Istri mana yang mau diduakan? Secara naluri tak ada seorang pun di dunia ini yang mau berbagi suami dengan wanita lain. Atau andai pun ada, perbandingannya dengan yang tidak mau bagaikan sebutir mutiara di tengah padang pasir.

Artinya jenis yang langka ini benar-benar wanita pilihan, merekalah pemilik kebeningan hati. Jiwa mereka memang pantas jika dikatakan telah diselimuti keimanan yang kokoh dan tak tergoyahkan meski oleh ombak ataupun badai sekuat apapun.

Faktanya, lebih banyak wanita yang tidak sanggup jika suaminya menikah lebih dari satu dibandingkan dengan yang ikhlas menerima apa adanya. Jika suami benar-benar melakukannya, tidak jarang mereka akan berupaya dengan sepenuh tenaga untuk memisahkan suaminya dari pesaingnya atau istri yang lain, bahkan mereka siap menjanda dari pada diduakan.

Baca Juga :

Kondisi ini ditangkap Iblis dengan sigap. Makhluk jahat musuh manusia ini tidak menyia-nyiakan moment istimewa yang terbuka tanpa perlu dirinya mengeluarkan banyak daya. Sungguh setan dan bala tentaranya berada pada posisi yang paling diuntungkan.

Iblis datang membisikkan kata-kata yang membenarkan tingkah tercela para istri itu, seperti: “Kau lebih berhak mendapatkan cinta dari suamimu seutuhnya dibandingkan istrinya yang lain”, atau “Kau dan anak-anakmu mau diberi makan apa jika suamimu kawin lagi?” dan lain sebagainya.

Istri yang lemah iman sudah tentu pertahanannya akan mudah roboh dengan satu atau dua bisikan saja. Setan tidak perlu berpayah-payah, apalagi jika wanita yang bersangkutan sudah dikuasai kemarahan yang memuncak.

Wanita jenis ini yang telah menjadi tawanan setan tidak segan membuat tipu muslihat maupun rencana jahat terhadap suaminya, seperti: membeberkan aib suaminya yang sebenarnya wajib baginya untuk menutupi, menyebarkan fitnah, membuat kebohongan, mengadu domba, membanding-bandingkan suaminya dengan pria lain, dan sebagainya. Wanita seperti ini sama halnya telah mengganti peran setan, atau bahkan telah menjadi setan sungguhan. Sebenarnya intinya Cuma satu, yaitu berupaya keras agar suami berpisah dengan madunya.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda: “Bukan termasuk golongan kami seseorang yang menghancurkan hubungan baik antara istri dengan suaminya, atau antara budak dengan tuannya”. (HR. Abu Dawud)

Dalam riwayat lain disebutkan: “Barang siapa yang menghancurkan hubungan baik antara seorang pembantu dengan majikannya, maka dia bukan termasuk golongan kami. Dan barang siapa yang merusak hubungan baik seorang istri dengan suaminya, maka dia bukan termasuk golongan kami pula”. (HR. Ahmad)

Secara naluri setiap wanita pasti memiliki impian agar dirinya menjadi satu-satunya bidadari bagi suaminya. Berbagi dalam banyak hal itu indah dan menyenangkan, tapi bukan dalam hal yang satu ini. Hanya wanita-wanita pilihan yang bisa menerima dengan ikhlas saat sang suami menikah lagi, karena memang bukan perkara yang mudah.

Baca Juga :

Rasa ingin memiliki sepenuhnya inilah yang menyeret sebagian kaum wanita sampai hati berbuat aniaya terhadap madunya. Seperti mencari-cari kekurangan dan kesalahannya, menyebarkan fitnah, menghasut keluarga suaminya, dan lain sebagainya seperti yang telah disebutkan.

Padahal selama sang suami telah memenuhi hak-haknya sesuai syariat maka tidak ada alasan bagi istri untuk mengatakan, “Saya terdzalimi dengan menikahnya suamiku dengan perempuan lain”.

Tujuannya tidak lain agar sang suami memandang buruk perangai madunya, dan membuka pintu untuk menceraikannya. Sikap seperti ini tentu saja bukan sikap wanita muslimah sejati yang terbimbing dengan keimanan. Bahkan ini termasuk perbuatan terlarang yang sangat tidak pantas.

Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah seorang istri meminta (kepada suaminya) agar menceraikan madunya, sehingga dia bisa menikmati sendirian piringnya. Namun beri kesempatan bagi suaminya untuk menikah, karena seseorang itu akan mendapatkan jatah sesuai apa yang telah ditakdirkan baginya”. (HR. Bukhari dan Muslim). (ir/kuliahislam)

Baca Selanjutnya Ke Bagian 4 –> –> –>

Sumber : Dosa-Dosa Yang Digemari Wanita Indonesia, Siswati Ummu Ahmad, 2014