5 Syarat Wajib Puasa Ramadhan

5 Syarat Wajib Puasa Ramadhan

5 SYARAT WAJIB PUASA RAMADHAN

Sumber: merdeka.com

Ramadhan merupakan bulan kesembilan dalam kalender Islam. Pada bulan Ramadhan setiap umat muslim seluruh penjuru bumi diwajibkan untuk melaksanan ibadah puasa, adalah menahan diri dari makan, minum dan pembatalan puasa lainnya, mulai dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari (Natalia & Sulistiyaningsih, 2018:331).

Pelaksanaan puasa Ramadhan tentunya harus memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan, merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang yang tidak memenuhi syarat wajib.

Adapun syarat wajib puasa Ramadhan antara lain:

1. Islam (Fathul Qorib: 1984)

Sumber: hajjus.com

Karena puasa termasuk rukun Islam, sebagaimana tercantum dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dan Imam Muslim yang artinya “Dari Abi Abdurrahman, yaitu Abdullah Ibn Umar Ibn Khattab r.a, berkata: saya mendengar Rasulullah s.a.w, bersabda: Islam didirikan dengan lima hal, yaitu persaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, didirikannya shalat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya hajji di Baitullah (Ka’bah), dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadhan. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 7 dan Muslim: 19)” (nu online).

2. Baligh (Fathul Qorib: 1984)

Sumber: Islamidia.com

Seseorang wajib menjalankan ibadah puasa ramadhan ketika sudah baligh, yaitu seorang laki-laki maupun perempuan yang sudah berumur 15 tahun, atau ketika laki-laki maupun perempuan walaupun belum berumur 15 tahun sudah pernah mimpi basah bagi laki-laki dan mengeluarkan darah haid ketika sudah berumur minimal 9 tahun (Risalatu Tauhid: 2007).

3. Berakal sehat (Fathul Qorib: 1984)

Sumber: Voa-Islam.com

Seorang muslim baligh apabila memiliki akal yang sehat atau tidak gila, baik gila karena cacat mental atau gila disebabkan mabuk, maka wajib menjalankan ibadah puasa (nu online).

4.Mampu berpuasa (Fathul Qorib: 1984)

Sumber: Tribunnews.com

Selain Islam, baligh, dan berakal, seseorang harus mampu dan kuat menjalankan ibadah puasa, dan apabila tidak mampu maka diwajibkan mengganti di bulan berikutnya (nu online).

5.Mengetahui awal bulan Ramadhan

Sumber: batumedia.com

Puasa Ramadhan diwajibkan bagi muslim yang memenuhi persyaratan yang telah diuraikan di atas, apabila ada salah satu orang terpercaya (adil) yang mengetahui awal bulan Ramadhan dengan cara melihat hilal secara langsung dengan mata biasa tanpa peralatan alat-alat bantu. Dan persaksian orang tersebut dapat dipercaya dan diambil sumpah, maka muslim dalam satu wilayah dengannya berkewajiban menjalankan ibadah puasa. Dan apabila hilal tidak dapat dilihat karena tebalnya awan, maka untuk menentukan awal bulan Ramadlon dengan menyempurnakan hitungan tanggal bulan sya’ban menjadi 30 hari.

Sebagaimana hadist Nabi Muhammad S.A.W yang diriwaytkan oleh Imam Buchori, r.a yang artinya “Berpuasa dan berbukalah karena melihat hilal, dan apabila hilal tertutup awan maka sempurnakanlah hitungannya bulan menjadi 30 hari (H.R. Imam Buchori)”. (novia_khil/kuliahislam).

SUMBER:

Amar, Imron Abu. 1984. Fathul Qorib Al-Mujiib (Terjemah). Kudus: Menara Kudus.

Natalia, Andrena & Sulistyaningsih. 2018. Review: Puasa Ramadhan dan Diabetes Melitus. Farmaka. 16:1.

Sholih, Hasan. 2007. Risalatu Tauhid. Jepara: Ponpes Al Ishlah Al Ishom.

nu online.

belajarislam (image).