3 Sunnah Puasa Ramadhan dan Manfaatnya

3 Sunnah Puasa Ramadhan dan Manfaatnya

Melaksanakan kesunnahan puasa ternyata ada manfa’atnya juga lo…..

 

Puasa Ramadhan merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan setiap muslim didunia. kegiatan tersebut dilaksanakan satu tahun sekali yaitu pada bulan Ramadhan.

Selain mendapatkan pahala dari kewajiban juga bisa didapatkan dari pahala kesunnahan-kesunnahannya.

Sunnah merupakan kegiatan yang apabila dilakukan mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan tidak mendapatkan apa-apa.

Disamping mendapatkan pahala secara religious, juga mendapatkan manfaat kesehatan tubuh secara biologis.

Berikut adalah 3 kesunnahan-kesunnahan puasa Ramadhan, antara lain:

 

  1. Sahur

Kesunnahan pertama yang dilakukan adalah melakukan sahur walaupun hanya seteguk air, waktu masuk sahur mulai pertengahan malam.

Rosulullah saw bersabda yang artinya “bersahurlah karena sesungguhnya dalam sahur ada berkah” (H.R. Bukhari Muslim).

 

  1. Mempercepat berbuka

Buka puasa jika sudah yakin masuk waktu berbuka (terbenamnya matahari). Jika ragu, maka dia harus berhati-hati dengan menunda sebentar buka puasa sampai merasa yakin dengan masuknya waktu berbuka langsung berdo’a berbuka puasa dan lanjut berbuka.

Rasulullah saw bersabda yang artinya adalah “ummatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mempercepat berbukannya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Adapun manfaat dari sahur dan mempercepat berbuka adanya tujuan agar energi yang dihasilkan masih bisa bertahan sampai tengah hari.

Sebuah kesalahan apabila seseorang ingin mempercepat sahurnya sebelum tidur, karena hal tersebut akan mengakibatkan lapar, lelah, dan demam akibat mengkonsumsi zat gula dalam darah lebih awal (Ulfah, 2016).

 

  1. Berbuka dengan kurma

Rosulullah saw telah menganjurkan kepada orang-orang yang berpuasa untuk menjadikan buah kurma sebagai awal makanan yang mereka konsumsi saat berbuka puasa.

Rosululla saw bersabda yang artinya ”Dari Anas bin Malik ra. Dia berkata: Rosulullah saw, biasa berbuka beberapa buah kurma, sebelum mengerjakan salat (magrib). Jika tidak ada kurma Ruthob, beliau berbuka dengan kurma tamar. Jika tidak ada kurma, beliau meminum beberapa teguk air”. (HR. Abu Daud). (Ulfah, 2016).

Dalam analisa kimia dan fisiologis terhadap kurma, Dr. Ahmad Abdurrauf Hisyam dan Dr. Ahmad As-Syahat memaparkan beberapa kesimpulan penting yaitu:

  • Tubuh akan mendapatkan pasokan zat gula yang besar. Sehingga kondisi kekurangan zat gula bisa teratasi dan tubuhpun menjadi bugar.
  • Saat lambung dan usus dalam keadaan kosong, penyerapan zat-zat gula bias dilakukan dengan cepat.
  • Kandungan zat gula yang sangat sederhana di dalam kurma, membuat proses penyerapan menjadi sangat mudah. Sehingga dalam waktu singkat kadar gula dalam darah bisa kembali meningkat.
  • Dengan mengkonsumsi kurma yang direndam dalam air, atau dengan hanya memakan kurma ruthab yang kandungan airnya 65-70%.
  • Memberikan tambahan air bagi tubuh. Sehingga kita tidak perlu lagi untuk meminum banyak air saat berbuka puasa (Ulfah, 2016)
  • Dan masih banyak manfaat kurma yang lainnya. (novia_khil/kuliahislam)

 

SUMBER:

Amar, Imron Abu. 1984. Fathul Qorib Al-Mujiib (Terjemah). Kudus: Menara Kudus.

Ulfah, Zakiah. 2016. Manfaat Puasa dalam Perspektif Sunnah dan Kesehatan (Skripsi). Medan: UIN Sumatra Utara.

prelo (image).